Krisis Kemanusiaan di Gaza: Lebih dari 10.000 Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Israel

Palestina
Tank-tank Israel mulai menggempur Gaza, Palestina, akhir Oktober lalu.

Gaza – Tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza semakin mendalam, dengan lebih dari 10.000 warga Palestina yang tewas selama serangan brutal Israel berlangsung selama sebulan. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, telah menyebutkan bahwa Gaza sekarang menjadi “kuburan bagi anak-anak,” dan ia terus mendesak agar terjadi gencatan senjata di wilayah tersebut. Namun, baik Israel maupun kelompok pejuang Hamas yang menguasai Gaza telah menolak tekanan internasional untuk mengakhiri pertempuran.

Israel bersikeras bahwa pembebasan tawanan yang dipegang oleh Hamas sejak operasi militer mereka di Israel selatan pada 7 Oktober adalah syarat utama bagi gencatan senjata. Di sisi lain, Hamas menegaskan bahwa mereka tidak akan membebaskan tawanan tersebut dan tidak akan menghentikan pertempuran selama Gaza terus diserang oleh Israel.

Antonio Guterres menggambarkan situasi di Gaza sebagai sangat kritis, dengan operasi darat oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan serangan udara yang terus berlanjut menghantam warga sipil, rumah sakit, kamp pengungsi, masjid, gereja, dan fasilitas PBB, termasuk tempat penampungan. Tidak ada tempat yang aman bagi warga sipil di Gaza.

Baca Juga  Pejuang Hamas Terus Membombardir Israel, Lebih dari 600 Warga Tewas

Israel telah mengklaim bahwa hanya 31 tentaranya yang tewas sejak mereka mulai memperluas operasi darat di Gaza pada 27 Oktober. Mereka juga menuduh bahwa Hamas menggunakan warga sipil dan rumah sakit sebagai persembunyian. Sementara itu, Hamas menegaskan bahwa klaim tersebut adalah narasi palsu yang perlu diverifikasi oleh PBB.

Seorang jurnalis Reuters yang berada di Gaza melaporkan bahwa serangan Israel, baik melalui udara, darat, maupun laut, pada malam sebelumnya adalah salah satu serangan paling intens sejak 7 Oktober lalu. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 10.022 orang di wilayah Gaza telah tewas akibat serangan Israel, termasuk 4.104 anak-anak. Gaza kini menjadi simbol penderitaan, terutama bagi anak-anak yang terus menjadi korban dalam konflik ini.(des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *