Kutuk Israel, Ribuan Warga Serbu Monas Bela Palestina

Warga bawa atribut dan bendera Palestina saat mendatangi Monas. (dok bbc.com)
Warga bawa atribut dan bendera Palestina saat mendatangi Monas. (dok bbc.com)

Jakarta – Pagi ini, ribuan warga berkumpul di Monumen Nasional (Monas) dalam aksi solidaritas untuk mendukung Palestina. Massa yang hadir berasal dari berbagai daerah, memakai pakaian berwarna hitam dan putih, serta membawa atribut dengan motif Palestina. Bendera Palestina berkibar di berbagai tempat, sementara poster dengan pesan “stop genocide,” “We Stand for Palestina,” dan seruan perdamaian serta kemerdekaan Palestina dibawa oleh para peserta.

Area Monas juga menyediakan stan kesehatan dan makanan gratis untuk peserta aksi. Massa terus berdatangan ke Monas, yang memenuhi tempat tersebut.

Salah satu peserta yang datang bersama keluarganya untuk mendukung aksi ini. Menurutnya, partisipasi dalam aksi ini adalah bentuk kepedulian dan dukungan terhadap perjuangan Palestina.

“Saya dan keluarga datang pagi-pagi. Meskipun kita tidak dapat banyak berbuat untuk saudara-saudara kita di Palestina, aksi ini adalah wujud kecil dari solidaritas kita,” ujar Wahyu.

Baca Juga  Resolusi Gencatan Senjata di Gaza Disahkan oleh Majelis Umum PBB

Ia berharap konflik antara Palestina dan Israel segera berakhir. “Korban terus bertambah, dan saudara-saudara kita di sana menderita. Semoga perdamaian segera tercapai,” tambahnya.

Tuntutan dalam Aksi Bela Palestina

Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menyelenggarakan Aksi Bela Palestina di Monumen Nasional (Monas) pada tanggal 5 November. Aksi ini adalah ungkapan sikap solidaritas Indonesia terhadap Palestina.

“Rakyat Indonesia mengecam agresi Israel, dan kami berharap terjadinya perdamaian di Palestina serta gencatan senjata dalam waktu dekat,” kata Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis, pada Jumat (3/11).

Aksi Bela Palestina diadakan untuk mengutuk serangan berkelanjutan yang dilakukan oleh Israel. Selama aksi, akan disampaikan beberapa tuntutan terkait kemanusiaan di Palestina dan Israel.

“Tuntutan utama adalah menghentikan penindasan, serangan, dan mencapai gencatan senjata. Ini tuntutan mendesak karena banyak warga sipil, termasuk anak-anak, perempuan, dan orang tua, menjadi korban,” jelasnya.

Baca Juga  Kemlu RI: Proses Evakuasi WNI di Palestina dan Israel Melalui Beberapa Rute

Menurut data Kementerian Kesehatan Palestina pada tanggal 3 November, korban jiwa mencapai 9.061 orang. Dari jumlah tersebut, 3.760 di antaranya adalah anak-anak, dan 2.326 adalah perempuan. Selain itu, 32.000 orang lainnya terluka.

Selain orasi dan doa bersama, dalam Aksi Bela Palestina juga akan dilakukan penggalangan bantuan untuk disalurkan kepada korban di Palestina. Bantuan ini akan dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). (ab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *