Pejabat AS Mundur Akibat Kritik Pengiriman Senjata ke Israel

AS
Perang Israel vs Hamas Palestina masih menjadi sorotan berita global pada Kamis (19/10).

Jakarta – Perang antara Israel dan Hamas Palestina tetap menjadi perhatian utama di kancah berita internasional pada Kamis (19/10). Salah satu peristiwa signifikan terkait konflik ini adalah pengunduran diri seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat yang bernama Josh Paul. Ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bentuk protes terhadap keputusan pemerintah AS yang memaksa untuk memasok senjata dan amunisi ke Israel dalam konflik antara Negeri Zionis dan milisi Hamas Palestina. Josh Paul adalah direktur kongres dan urusan publik untuk Biro Urusan Politik-Militer Kementerian Luar Negeri AS selama lebih dari 11 tahun.

Kritik Menteri Luar Negeri RI terhadap DK PBB Terkait Perang Hamas-Israel

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, mengeluarkan kritik terhadap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang dinilai tidak mampu menghentikan eskalasi situasi kemanusiaan di Jalur Gaza Palestina sebagai akibat dari konflik antara Israel dan Hamas. Kritik ini disampaikan oleh Retno saat ia hendak menghadiri pertemuan darurat Tingkat Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu (18/10). Retno juga meminta OKI untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam menangani konflik di Palestina.

Baca Juga  Krisis di Laut Merah, AS Hancurkan Rudal Anti-Kapal Houthi di Yaman

“Mengingat ketidakmampuan DK PBB untuk menjalankan fungsinya, maka untuk memperoleh dukungan internasional yang lebih kuat, OKI harus mendesak Sidang Majelis Umum PBB untuk mengadakan sesi darurat,” ujar Retno dalam konferensi pers virtual.

Reaksi yang Berbeda dari Pemimpin Negara Muslim terkait Serangan Rumah Sakit di Gaza

Beberapa kepala negara dengan mayoritas penduduk Muslim mengeluarkan pernyataan terkait serangan terhadap Rumah Sakit Baptis Al Ahli di Jalur Gaza, Palestina, yang terjadi pada Selasa (17/10). Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengecam serangan tersebut. Namun, Presiden Indonesia, Joko Widodo, belum mengeluarkan pernyataan resmi kepada publik hingga 19 Oktober. Jokowi baru mengeluarkan pernyataan sikap terkait perang antara Israel dan Hamas pada Kamis (19/10).(des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *