Perang Israel – Hamas Terus Berkecamuk, Puluhan Gedung Tinggi Roboh Dihantam Rudal

Jumlah korban tewas akibat perang Hamas-Israel nyaris mencapai 2.00 orang

Israel – Perang antara Israel dan Hamas terus menelan korban, dengan laporan terbaru mengindikasikan bahwa jumlah korban jiwa mendekati angka 2.000.

Menurut Radio Angkatan Darat Pasukan Pertahanan Israel, lebih dari 1.000 orang tewas di Israel sebagai akibat dari konflik tersebut.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa lebih dari 900 orang telah tewas di Gaza sejak konflik pecah pada Sabtu (7/10/2023). Lebih dari setengah dari korban tersebut adalah wanita dan anak-anak, dan sekitar 4.500 lainnya mengalami luka-luka serius.

Israel telah melancarkan serangan udara yang mematikan di Gaza, memaksa lebih dari 100.000 orang untuk mengungsi, dan menghadirkan tantangan besar bagi rumah sakit yang telah kewalahan menangani korban luka akibat serangan tersebut. Militer Israel juga mengancam akan memberlakukan “pengepungan total” di wilayah kantong penduduk yang padat.

Pengeboman besar-besaran yang terus berlangsung di Gaza telah mengejutkan banyak pihak. Seorang reporter dari BBC di lapangan menggambarkannya sebagai salah satu pemboman terburuk yang pernah ia saksikan dalam 20 tahun terakhir, dengan perusakan yang meluas di sekitar wilayah tersebut.

Baca Juga  Dengan Jalan Kaki Ribuan Warga Gaza Palestina Terpaksa Mengungsi

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, telah mengutuk serangan yang dilancarkan oleh Hamas dan menyebutnya sebagai “tindakan jahat.” Dia juga membenarkan bahwa 14 warga Amerika tewas dalam konflik ini, dan ada pula warga Amerika yang disandera di Gaza.

Sebelumnya, Hamas telah meluncurkan serangan roket baru ke wilayah selatan Israel setelah memberikan peringatan kepada penduduk untuk meninggalkan kota Ashkelon.

Di Tepi Barat yang terpisah, tercatat 21 warga Palestina tewas dalam konflik ini, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Konflik ini berawal dari serangan 5.000 roket yang ditembakkan oleh Hamas ke wilayah Israel pada Sabtu (7/10/2023), yang kemudian direspons oleh Israel pada Minggu (8/10/2023).

Baca Juga  Tragedi di Banjar: Ibu Hamil Warga Deliserdang Ditemukan Tewas dalam Kamar Kontrakan

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah mengancam akan melancarkan serangan besar-besaran terhadap Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Senin (9/10/2023). Ia mengatakan bahwa Pasukan Pertahanan Israel baru saja memulai pembalasan atas serangan terburuk yang pernah menimpa Israel dalam beberapa dekade.

Ancaman tersebut dilontarkan oleh Netanyahu setelah kelompok Hamas mengancam akan membunuh sandera sipil jika serangan udara menargetkan Gaza tanpa peringatan.(des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *