Bengkalis – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, menegaskan bahwa ketersediaan infrastruktur digital di desa memainkan peran krusial dalam mendukung kemajuan desa, yang merujuk pada upaya besar menuju transformasi digital Indonesia.
Pernyataan ini dia sampaikan dalam konteks diskusi yang melibatkan masyarakat dan kepala desa dari seluruh Provinsi Riau. Acara tersebut diadakan di Rumah Adat Sakai, Desa Kesumbo Ampai, Kabupaten Bengkalis, Riau, beberapa waktu yang lalu.
“Untuk mewujudkan Indonesia yang maju, kita harus memulainya dari desa. Inilah sebabnya mengapa infrastruktur digital memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan desa,” tuturnya.
Menurut Budi Arie, terdapat empat tujuan utama pembangunan infrastruktur digital di desa, yaitu untuk mendukung layanan kesehatan, pendidikan, keamanan, serta pemerintahan desa.
Namun, Menkominfo juga mengakui bahwa ada beberapa tantangan yang perlu diatasi dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur digital di desa.
“Dalam rangka membuat Riau maju, desa juga harus maju. Hal yang sama berlaku untuk Kabupaten Bengkalis; jika desanya maju, maka kabupatennya juga akan maju. Kami akan segera menanggapi keluhan-keluhan yang ada dan terus mengupayakan pentingnya infrastruktur digital,” ungkapnya.
Menteri Budi Arie juga memperhatikan dengan seksama keluhan dari beberapa masyarakat dan kepala desa mengenai hambatan dalam mengadopsi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di wilayah mereka.
“Saya akan mengambil tindakan atas masalah-masalah yang dihadapi oleh desa. Saya juga akan memberikan masukan kepada kepala desa agar permasalahan terkait digitalisasi di desa dapat diatasi,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) telah menyediakan beberapa solusi untuk memperluas infrastruktur digital terutama di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Salah satunya adalah dengan pembangunan Menara Base Transceiver Station (BTS) 4G dan pemanfaatan satelit.
“Kesenjangan bukan berarti kekurangan. Inilah mengapa peran pemerintah sangat diperlukan untuk campur tangan, melakukan intervensi, dan berpartisipasi dalam mempercepat pembangunan, terutama di wilayah pedesaan yang mungkin kurang menarik bagi sektor swasta. Inilah alasan pentingnya keterlibatan pemerintah,” tutupnya.(dj)