Breaking News
Tiga Prioritas Rehab-Rekon Sumbar: Huntap, Infrastruktur, dan Pemulihan Fasilitas Publik Pemprov Sumbar Siapkan Pergub/Perda Rehab-Rekon Pasca Bencana, Validasi Data Jadi Kunci Percepatan Pemulihan Sumbar PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) tengah menyiapkan payung hukum untuk pelaksanaan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi (Rehab-Rekon) pascabencana melalui Peraturan Gubernur (Pergub) atau Peraturan Daerah (Perda). Regulasi tersebut disiapkan untuk memastikan proses pemulihan berjalan terarah, cepat, dan berkeadilan. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa regulasi yang jelas harus dibarengi dengan data yang tervalidasi secara akurat agar pelaksanaan Rehab-Rekon dapat dipercepat dan tepat sasaran. Hal itu disampaikan Mahyeldi usai mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Abdul Muhaimin Iskandar dalam kegiatan pembekalan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP), di Padang, Rabu (17/12/2025). Menurut Mahyeldi, tahapan tanggap darurat penanganan bencana di Sumbar saat ini telah berjalan, mulai dari penyelamatan masyarakat, pencarian korban, hingga penyediaan hunian sementara. Dalam waktu dekat, pemerintah daerah akan memasuki fase pembangunan berkelanjutan melalui pelaksanaan Rehab-Rekon. “Tahapan tanggap darurat sudah berjalan. Selanjutnya, kita fokus pada pembangunan hunian tetap serta pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar Mahyeldi. Ia menekankan, pelaksanaan Rehab-Rekon membutuhkan landasan hukum yang kuat agar seluruh proses dapat berjalan terarah dan terkoordinasi dengan baik. “Kita siapkan regulasinya lewat Pergub atau Perda. Validasi data harus benar-benar tepat, supaya pelaksanaannya bisa dipercepat,” katanya. Mahyeldi berharap, pada masa Rehab-Rekon nanti, penanganan dampak bencana yang terjadi pada 2024 lalu juga dapat diakomodasi secara menyeluruh. Hingga kini, kata dia, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang perlu dituntaskan, seperti pembangunan sabo dam dan beberapa jembatan di Kabupaten Pesisir Selatan. “Itu kita upayakan masuk menjadi bagian dari agenda pemulihan,” ungkap Mahyeldi. Terkait rencana relokasi masyarakat terdampak bencana, Mahyeldi menyampaikan bahwa Pemprov Sumbar masih menunggu usulan resmi dari pemerintah kabupaten dan kota. Ia juga mengaku telah menandatangani surat edaran agar para bupati dan wali kota segera mengusulkan kawasan relokasi yang aman dan layak huni. “Jika daerah terbatas dalam pembebasan lahan, kita bisa menggunakan skema yang diusulkan Menteri Sekretaris Negara, yakni memanfaatkan tanah negara atau lahan BUMN. Pemerintah Kabupaten/Kota kita minta segera mengajukan usulan, skema mana yang akan dipakai,” ujarnya. Menyinggung soal anggaran Rehab-Rekon, Mahyeldi mengakui kemampuan keuangan daerah sangat terbatas sehingga membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah pusat. Ia menyebutkan, nilai kerusakan akibat bencana di Sumbar masih dalam proses perhitungan, sementara total kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi diperkirakan lebih dari Rp15 triliun. “Kemampuan APBD kita sangat terbatas. Alhamdulillah, pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan untuk tidak memotong Transfer ke Daerah (TKD) bagi daerah terdampak bencana. Selain itu, juga telah disiapkan anggaran khusus untuk rehabilitasi dan rekonstruksi,” terang Mahyeldi. Mahyeldi menegaskan, komitmen pemerintah pusat menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan daerah-daerah terdampak bencana di Sumbar. (adpsb/cen) Mendagri Tito Karnavian Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Sumbar Santiago Montiel Raih FIFA Puskas Award 2025 Lewat Gol Akrobatik Gubernur Mahyeldi Dampingi Menko Muhaimin Iskandar, Lepas Ribuan Mahasiswa UNP KKN ke Wilayah Terdampak Bencana

Hyundai Ioniq 5 Catatkan Rekor MURI sebagai Mobil Listrik Rakitan Indonesia Terjauh di Asia Tenggara

Hyundai Ioniq 5 pecah rekor keliling ASEAN, tempuh jarak hingga 5.647 km.
Hyundai Ioniq 5 pecah rekor keliling ASEAN, tempuh jarak hingga 5.647 km.

JakartaHyundai Motor Asia Pacific HQ telah mencatatkan rekor MURI setelah Hyundai Ioniq 5 berhasil menempuh perjalanan sejauh 5.647 kilometer di Asia Tenggara. Mobil listrik yang dirakit di Indonesia ini melakukan perjalanan pulang-pergi (PP) dari Singapura ke Vietnam.

Rekor MURI ini diberikan untuk kategori “Mobil Listrik Rakitan Indonesia yang Menempuh Perjalanan Terjauh di Asia Tenggara”. Perjalanan ini dilakukan pada 5 November 2023 sebagai bagian dari acara “IONIQ 5 ASEAN Tour: Go Far with Zero Worries”.

“Kami merasa terhormat menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Penghargaan ini menegaskan komitmen kami untuk mengubah lanskap mobilitas secara berkelanjutan,” ujar Sangwook Lee, Head of Marketing & PR Hyundai Motor Asia Pacific HQ, dalam keterangan resmi.

Vice Director of MURI, Osmar Semesta Susilo, menyatakan bahwa pencapaian ini menunjukkan kemampuan Indonesia dalam memproduksi mobil listrik yang andal. Hal ini diharapkan dapat menghilangkan keraguan masyarakat Indonesia dalam beralih ke kendaraan listrik.

“Penghargaan rekor MURI ini diberikan kepada Hyundai sebagai mobil listrik rakitan Indonesia pertama yang menempuh perjalanan terjauh di Asia Tenggara. Selamat kepada Hyundai, dan kami berharap akan ada lebih banyak inovasi di masa depan,” tambah Osmar.

Mobil yang digunakan untuk perjalanan dari Singapura ke Vietnam adalah Hyundai Ioniq 5 Signature Long Range. Mobil listrik ini mampu menempuh jarak 451 kilometer dengan sekali pengisian penuh berkat kapasitas baterai 72,6 kWh.

Ioniq 5 dilengkapi dengan motor listrik Permanent Magnet Synchronous yang menghasilkan tenaga 214 hp dan torsi puncak 350 Nm. Teknologi fast charging-nya memungkinkan pengisian baterai dari 10 hingga 80 persen dalam waktu 30 menit.

Selain itu, Hyundai juga telah meluncurkan Ioniq 5 N, sebuah mobil listrik berperforma tinggi yang dapat digunakan di jalan raya. Mobil ini dibanderol dengan harga Rp1,3 miliar dan diklaim telah terjual ratusan unit di GIIAS 2024.(BY)