Luhut Pandjaitan; GovTech INA Digital Berpotensi Menyulut Revolusi Antikorupsi di Indonesia

Luhut Yakin Korupsi dengan INA Digital.
Luhut Yakin Korupsi dengan INA Digital.

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan keyakinannya bahwa Government Technology (GovTech) Indonesia, yang dikenal dengan nama INA Digital, dapat membantu mengurangi tingkat korupsi di Indonesia serta meningkatkan pendapatan negara.

Menurut Luhut, kehadiran GovTech INA Digital dapat mengurangi kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia menekankan bahwa efisiensi dan transparansi dalam pemerintahan yang akan diperoleh melalui GovTech dapat menghambat niat pelaku korupsi.

“Saya yakin bahwa dengan GovTech RI ini, tingkat korupsi akan berkurang secara signifikan, sehingga membuat Indonesia menjadi lebih baik,” ujar Luhut seperti yang dilaporkan oleh Antara pada Selasa (28/5/2024).

Baca Juga  Proyeksi 2025, Indonesia Bersiap Menjadi Negara dengan PPN Tertinggi di Asia Tenggara

Luhut juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kasus korupsi yang melibatkan beberapa kementerian dan menegaskan pentingnya peningkatan transparansi dan efisiensi dalam pemerintahan.

Selain itu, Luhut juga menyoroti potensi peningkatan pendapatan negara melalui aplikasi GovTech. Dia menekankan bahwa kemudahan dalam proses perizinan dan berusaha akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi serta menarik lebih banyak investasi ke Indonesia.

Presiden Jokowi secara resmi meluncurkan INA Digital di Istana Negara, Jakarta, sebagai platform penyedia solusi terpadu untuk layanan digital pemerintah. Peluncuran INA Digital dianggap sebagai langkah penting dalam meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *