Popularitas Boba Merosot, Bagaimana Nasib Bisnis Minuman Manis Ini?

Bisnis Minuman Boba Merosot.
Bisnis Minuman Boba Merosot

Jakarta Minuman teh susu dengan bola-bola tapioka, atau boba, pernah sangat populer di Indonesia. Namun, belakangan ini popularitasnya menurun dan mulai jarang ditemukan di pasaran.

Minuman ini pernah menjadi favorit bagi para pecinta minuman manis. Sayangnya, tidak banyak investor yang melihat potensi besar dalam bisnis ini.

Dua perusahaan boba asal China mengalami penurunan saham saat peluncuran perdana di bursa saham. Padahal, masih ada dua perusahaan serupa yang berencana masuk ke pasar saham.

Meskipun begitu, boba tetap eksis dan digemari di seluruh dunia, termasuk negara-negara Barat.

Minuman ini dapat ditemukan di kota-kota besar di seluruh dunia, mulai dari London hingga Helsinki, Buenos Aires, dan Cape Town.

Baca Juga  Akses Investasi Terbaru, Langkah-Langkah Membeli SBN Ritel dengan BRImo

Di China, jumlah penjual minuman boba diperkirakan mencapai 50 juta toko. Angka ini tidak mengherankan karena China adalah pasar terbesar untuk boba, berdekatan dengan asal minuman tersebut, Taiwan.

Lili, seorang dosen muda berusia 30-an tahun yang tinggal di Guangzhou, China selatan, pertama kali mencoba minuman boba saat masih di sekolah dasar.

Sekarang, ia tidak bisa lama tanpa meminum teh boba.

“Teh boba adalah hiburan yang mudah didapat, jadi saya sering meminumnya,” kata Lili, dikutip dari BBC Indonesia.

Tina, seorang pekerja kantoran dari Beijing yang juga berusia 30-an tahun, memiliki pandangan serupa.

Baca Juga  PLN Selesaikan 28 Pembangkit Energi Baru, Dukung Program Dedieselisasi dan Transisi Energi

Ia pertama kali mencoba minuman boba saat masih kecil. Sekarang, ia meminumnya beberapa kali dalam seminggu.

Tina sering memesan minuman boba bersama rekan kerja dan teman-temannya dari berbagai toko minuman boba terkenal di China.

Lili, Tina, dan jutaan orang lainnya telah mengembangkan bisnis teh boba di China hingga menjadi industri berskala nasional dengan keuntungan yang diperkirakan mencapai 145 miliar yuan (sekitar Rp 320 triliun), menurut estimasi Asosiasi Perusahaan Waralaba & Toko Cabang China.

Kunci keberhasilan industri minuman boba adalah inovasi.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *