Menteri Perdagangan Tinjau Distribusi LPG di SPBE Tanjung Priok

Mendag Zulkifli Hasan bersama Pertamina Patra Niaga kunjungi SPBE di Tanjung Priok.
Mendag Zulkifli Hasan bersama Pertamina Patra Niaga kunjungi SPBE di Tanjung Priok

Jakarta – Untuk memeriksa keakuratan isi LPG 3 kg yang disalurkan ke masyarakat, Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Tanjung Priok. Dalam kunjungannya, Menteri Perdagangan didampingi oleh Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari hasil pemeriksaan Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tata Tertib Niaga terkait pengawasan terhadap Berat dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) pada Senin lalu (20/5/2024).

Pemeriksaan dilakukan dengan metode sampling. “Tujuan pengawasan ini adalah untuk memastikan keakuratan label dan kuantitas dalam transaksi perdagangan, yang memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dan perlindungan kepada konsumen,” tegas Zulkifli.

Zulkifli Hasan menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan di SPBE di wilayah Jakarta Timur, Tangerang, Purwakarta, dan Cimahi. Dari wilayah-wilayah tersebut, ditemukan bahwa 11 SPBE memiliki tabung-tabung yang isinya tidak sesuai dengan ketentuan. Terkait hal ini, Zulkifli meminta Kementerian ESDM untuk meningkatkan pengawasan rutin di lapangan, sementara kepada Pertamina diminta untuk memberikan tindakan tegas kepada pengusaha SPBE yang melakukan pelanggaran.

Baca Juga  Sumatera Selatan Berjaya: 4 Daerah Penghasil Kencur Terbanyak di Indonesia

Mars Ega Legowo mengapresiasi sinergi antara Kementerian Perdagangan, Pertamina, dan Kementerian ESDM dalam pengawasan distribusi LPG. Terkait ditemukannya tabung-tabung yang berisi di bawah ketentuan, Mars Ega menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk mekanisme yang harus diperiksa lebih lanjut karena ada tabung yang berisi lebih dari 3 kg.

“Perlu diperhatikan bahwa ada potensi kerugian. Kita perlu menentukan berapa persen defect yang dapat ditoleransi dalam produksi, serta standar mana yang akan kita terapkan,” ujarnya.

Mars Ega menegaskan bahwa harus ada standar yang sama dalam pengambilan sampel. Namun demikian, ia memastikan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi kepada SPBE yang melanggar aturan dan merugikan masyarakat. Untuk memastikan kualitas dan kuantitas produk LPG sebelum sampai ke konsumen, Pertamina Patra Niaga mewajibkan seluruh SPBE untuk mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP), termasuk pemeriksaan akurasi mesin pengisian sebelum digunakan, uji lab kualitas produk di Terminal LPG, pemeriksaan visual kondisi tabung sebelum pengisian, uji sampling mesin pengisian setiap awal dan pergantian shift, pemasangan seal karet jika tidak ada di tabung, pemasangan tutup pengaman dan segel, serta pemeriksaan kebocoran pada tabung sebelum diangkut ke truk agen.

Baca Juga  Bantuan Tanggap Darurat, Pertamina Salurkan BBM dan LPG ke Tanahdatar

Pertamina Patra Niaga juga menerapkan sistem audit bagi seluruh SPBE melalui Pertamina Way yang dilakukan oleh lembaga audit independen dan kompeten. Audit mencakup jaminan kualitas dan kuantitas, kinerja SDM, kondisi peralatan dan fasilitas, aspek HSSE, hingga administrasi. “Melalui Pertamina Way ini, diharapkan seluruh SPBE dapat beroperasi sesuai dengan SOP yang ditetapkan,” tambah Mars Ega.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *