Cara Menghapus Data Pinjaman Online untuk Hindari Kekerasan Debt Collector

Cara Hapus Data di Pinjol.
Cara Hapus Data di Pinjol.

JakartaData nasabah yang masih memiliki pinjaman online ternyata bisa dihapus setelah seluruh pinjaman dilunasi. Ini menjadi langkah penting untuk menghindari kasus kekerasan oleh debt collector yang semakin marak belakangan ini.

Seringkali, debt collector mendatangi rumah nasabah dengan cara yang kasar untuk menagih utang. Dengan menghapus data dari sistem pinjaman online, nasabah dapat terhindar dari situasi tidak menyenangkan tersebut.

Berikut adalah beberapa cara untuk menghapus data nasabah di pinjaman online:

Menghubungi OJK

Langkah pertama untuk menghapus data nasabah adalah dengan menghubungi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pinjaman online yang berizin OJK harus mengikuti standar operasional yang ditetapkan oleh OJK. Jika terdapat aktivitas yang mencurigakan, nasabah bisa melaporkannya langsung ke OJK melalui beberapa platform berikut:

Baca Juga  Sri Mulyani Pastikan Bea Cukai Bebaskan Bea Masuk untuk Alat Belajar SLB

Menghapus Data dalam Aplikasi Pinjol

Sebelum menghapus aplikasi pinjol, nasabah harus mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Buka menu ‘Pengaturan’ di ponsel Anda.
  2. Pilih ‘Aplikasi’ dan lanjutkan dengan memilih ‘Kelola Aplikasi’.
  3. Cari dan pilih aplikasi pinjaman online yang digunakan.
  4. Ubah izin aksesnya melalui opsi ‘Perizinan Aplikasi’.
  5. Nonaktifkan semua izin pada aplikasi tersebut dan selesaikan prosesnya.

Uninstall dan Hapus Aplikasi Pinjol

Setelah mengatur izin aplikasi, nasabah dapat menghapus aplikasi dengan cara berikut:

  • Tahan ikon aplikasi pinjaman online yang digunakan, lalu pilih opsi ‘Uninstall’.
  • Alternatif lainnya, cari nama aplikasi di toko aplikasi, kemudian pilih ‘Uninstall’.
Baca Juga  Erick Thohir; Kinerja Pertamina Tetap Unggul Meski Ahok Mundur dari Jabatan Komisaris Utama

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, nasabah dapat memastikan bahwa data mereka tidak lagi tersimpan dalam sistem pinjaman online dan mengurangi risiko menghadapi kekerasan dari debt collector.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *