OJK Cabut Izin Usaha PT Paytren, Fakta dan Implikasinya

Izin usaha paytren dicabut.
Izin usaha paytren dicabut

Jakarta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah resmi mencabut izin usaha PT Paytren Aset Manajemen atau Paytren, sebuah perusahaan fintech milik Ustaz Yusuf Mansur. Perusahaan ini pernah menjadi sponsor klub sepak bola Polandia, Lechia Gdansk.

Paytren sempat meraih kesuksesan puncak saat mensponsori Lechia Gdansk, sebuah klub sepak bola Eropa. Egy Maulana Vikri, pemain tim nasional Indonesia, pernah bermain untuk klub tersebut.

Namun, pada 8 Mei 2024, karena adanya pelanggaran di bidang pasar modal, Paytren mengalami masalah yang berdampak pada pencabutan izin usahanya.

Berikut adalah lima fakta terkait Paytren, dari sponsor tim Egy Maulana Vikri hingga pencabutan izinnya oleh OJK, berdasarkan penelusuran Okezone pada Minggu (12/5/2024):

  1. OJK Mencabut Izin Paytren

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha PT Paytren Aset Manajemen yang dimiliki oleh Ustaz Yusuf Mansur. Pencabutan izin ini didasarkan pada hasil pemeriksaan dan pengawasan terkait pelanggaran peraturan di bidang pasar modal.

  1. Pelanggaran Paytren

OJK mengungkap berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh Paytren, termasuk tidak memiliki kantor operasional, tidak memiliki karyawan untuk menjalankan fungsi manajer investasi, tidak memenuhi perintah tertentu, tidak memenuhi komposisi minimum Direksi dan Dewan Komisaris, serta tidak memiliki Komisaris Independen.

Baca Juga  Kekhawatiran Bhima Adhinegara, Siapa Pengganti Sri Mulyani dan Luhut dalam Kabinet Baru?

Sejak laporan periode Oktober 2022, Paytren tidak memenuhi kewajiban penyampaian laporan kepada OJK. Selain itu, perusahaan juga tidak memenuhi persyaratan fungsi-fungsi Manajer Investasi dan tidak memenuhi kecukupan minimum Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD).

  1. Paytren Dibubarkan

Dengan dicabutnya izin usaha sebagai Manajer Investasi Syariah, Paytren tidak diperbolehkan menjalankan kegiatan usaha sebagai Manajer Investasi atau Manajer Investasi Syariah.

“OJK juga melarang penggunaan nama dan logo perusahaan untuk tujuan apapun selain yang berkaitan dengan pembubaran Perseroan Terbatas,” ujar OJK dalam keterangan resminya, Minggu (12/5/2024).

  1. Paytren Dituntut Menyelesaikan Kewajiban

Paytren harus menyelesaikan semua kewajibannya kepada OJK melalui Sistem Informasi Penerimaan Otoritas Jasa Keuangan dan membubarkan Perusahaan Efek dalam waktu maksimal 180 hari sejak surat keputusan ditetapkan.

“Paytren diwajibkan menyelesaikan seluruh kewajiban kepada nasabah dalam kegiatan usaha sebagai Manajer Investasi (jika ada),” tambah OJK.

Hal ini diatur dalam Pasal 46 ayat (1) dan ayat (2) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 3/POJK.04/2021 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal.

Baca Juga  OJK Berencana Buka Lowongan Kerja di Awal 2024, Siapkan Kesempatan Baru
  1. Tanggapan Ustaz Yusuf Mansur

Ustaz Yusuf Mansur, pemilik PT Paytren Aset Manajemen, mengaku menerima keputusan OJK dengan ikhlas. Ia menyatakan bahwa selama ini telah berusaha keras untuk memajukan ekonomi masyarakat melalui Paytren.

Yusuf Mansur juga menambahkan bahwa tujuan mendirikan Paytren adalah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat serta mendorong perkembangan ekonomi syariah. Ia berharap usahanya dalam hal tersebut dapat menjadi amal yang terus mengalir.

“Niat saya sudah dicatat Allah. Semoga Allah mengampuni saya dan teman-teman, serta memberikan kesempatan lagi di masa mendatang dengan kondisi yang lebih baik,” ucap Yusuf.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *