Perbaikan Sistem Asuhan, Upaya Pencegahan Kasus Kekerasan di STIP Jakarta

Mahasiswa STIP Meninggal Dikeroyok Senior.
Mahasiswa STIP Meninggal Dikeroyok Senior

Jakarta Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan mengangkat isu serius mengenai kasus pengeroyokan yang terjadi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, yang menyebabkan salah satu siswa tewas akibat dikeroyok oleh senior.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPSDMP, Subagiyo, menyatakan bahwa sebagai langkah jangka pendek, pihaknya akan segera mengambil tindakan percepatan dengan memperbaiki panduan pola asuhan yang sesuai.

“BPSDMP telah membentuk Tim Investigasi internal terkait insiden ini. Tim akan mengevaluasi secara internal unsur-unsur dan pola asuhan di kampus yang perlu dievaluasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga peristiwa kekerasan semacam ini tidak terulang lagi,” kata Subagiyo dalam pernyataan resminya pada hari Minggu (5/5/2024).

Baca Juga  Polres Dharmasraya Tangani 11 Kasus Kekerasan Anak hingga Mei 2024

Selain itu, untuk mendukung proses penyelidikan dari Polres Jakarta Utara dan memastikan proses pembelajaran tetap berjalan, STIP akan menerapkan sistem pembelajaran Hybrid per semester, dengan bergantian setiap minggu.

“Kami juga meningkatkan jumlah personel pengasuh atau pengawas di area pendidikan, termasuk area kelas, akses tangga dan lorong, serta area toilet, dan memperkuat peran pembimbing akademik serta Perwira Pembina taruna untuk memberikan pendampingan dan waktu khusus bagi taruna,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Subagiyo menegaskan bahwa untuk mencegah potensi kekerasan di masa mendatang, BPSDMP akan menambah jumlah CCTV di setiap kampus, menghindari kegiatan yang berpotensi menimbulkan kekerasan, meningkatkan peran pengasuh taruna, dan melibatkan stakeholder yang terkait dengan pembentukan karakter, seperti Ikatan Alumni dan asosiasi profesi pelaut.

Baca Juga  Target Pertumbuhan Ekonomi 5,20%, Langkah Pemerintah Indonesia Menuju Kesejahteraan 2024

Sanksi tegas akan diberlakukan, termasuk pengusiran tanpa hormat bagi taruna yang terlibat dalam kekerasan.

Subagiyo menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya Taruna Putu Satria Ananta Rustika. Dia menyatakan bahwa BPSDMP telah menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada Polres Jakarta Utara.

Dia juga meminta STIP untuk tetap kooperatif, terbuka, dan transparan selama proses penyelidikan, serta memastikan kegiatan belajar mengajar dan layanan tetap berjalan. Sampai saat ini, polisi telah meminta keterangan dari 36 taruna dan 2 tim medis.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *