Sepekan Menjelang Ramadan, Warga Kecamatan Rembang Mengeluhkan LPG 3 Kilogram Langka

Rembang,fajarharapan.id– Salah satu warga Desa Gambiran, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang Jawa Tengah mengeluhkan sulitnya mencari gas LPG ukuran tiga kilogram di bulan Ramadan ini. Kelangkaan ini telah dirasakan warga sejak sepekan terakhir dari sebelum Ramadan hingga saat ini.

Akibatnya, warga saat ini mengalami kesulitan memasak hidangan berbuka serta sahur untuk puasa akibat gas LPG subsidi ukuran tiga kilogram langka. Hal itu seperti yang dirasakan Ahmad, warga Desa Gambiran, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang. Dia mengaku beberapa pekan terakhir gas subsidi ukuran 3 kilogram sulit didapat atau langka.

“Ini cari gas di mana-mana tidak ada. Kosong semua. Jadi bingung mau cari ke mana lagi,” kata Ahmad saat membeli LPG di salah satu warung di Desa Gambiran, Senin (18/3/2024).

Ahmad mengaku, langkanya gas LPG ukuran tiga kilogram sebenarnya sudah dirasakan sejak sepekan lalu dari sebelum bulan Ramadan. Untuk mengatasinya, dirinya rela memakai kayu bakar agar bisa memasak untuk keluarga.

Baca Juga  Menteri Teten Masduki Tetapkan Syarat Tegas untuk TikTok Shop Beroperasi Kembali di Indonesia

“Kalau tidak ada begini ya akhirnya memakai kayu. Itu juga kalau kayunya tidak basah akibat musim hujan sekarang. Kalau kayunya basah ya bagaimana lagi,” keluhnya.

Selain mengalami kelangkaan, harga gas LPG ukuran tiga kilogram naik menjadi Rp30.000 per tabung dari semula hanya Rp22.000. Namun stoknya juga terbatas dan sering habis di warung atau pangkalan. Sehingga tak jarang dirinya harus mencari gas LPG ke daerah lain.

Sementara itu, pedagang gas LPG, Yuyun, mengaku sudah sepekan tidak ada gas LPG ukuran tiga kilogram. Dari distributor gas LPG telah mengurangi jumlah gas yang disetorkan ke para pedagang.

“Saya mengubungi agen maupun pangkalan juga tidak ada. Kalaupun disetori sekarang dikurangi jumlahnya, yang biasanya 20 tabung sekarang hanya sepuluh sampai lima belas tabung itupun kalau stok dari agennya ada,” kata Yuyun.

Baca Juga  Kelompok Tani dan Penyuluh Teladan Terima Penghargaan dari Bupati Rembang

Pembeli dan pedagang berharap agar gas LPG ukuran tiga kilogram menjadi normal kembali dan tidak ada kenaikan harga.

“Ini kan kebutuhan utama juga, harapannya segera ada lagi stoknya. Karena ini juga sudah memasuki bulan puasa,” tandas Yuyun.(romadi/putra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *