Kementerian PUPR Jelaskan Proyek Tanggul di Pantai Dadap untuk Atasi Banjir Rob

Progres pembangunan tanggul raksasa pengendali banjir.
Progres pembangunan tanggul raksasa pengendali banjir

Jakarta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjelaskan mengenai proyek pembangunan tanggul sepanjang 1.664 meter di Pantai Dadap, yang termasuk dalam proyek Pengembangan Pesisir Terintegrasi Ibukota Nasional (NCICD). Tanggul tersebut dibangun untuk mengatasi banjir rob di wilayah pesisir.

Dalam pelaksanaan fase A program NCICD ini, Kementerian bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pembangunan tanggul pantai diharapkan dapat selesai pada tahun 2025.

Pekerjaan Pemprov DKI terbagi menjadi empat klaster, yaitu Muara Angke, Pantai Mutiara, Ancol Barat, dan klaster Kali Blencong. Sementara Kementerian PUPR bertanggung jawab atas Pantai Kamal-Dadap, Cengkareng Drain, Muara Baru, Ancol Hilir, dan Kalibaru.

Juru Bicara Kementerian PUPR, Endra S Atmawidjaja, menegaskan bahwa proyek pembangunan tanggul laut di Pantai Dadap, Kabupaten Tangerang, Banten, tidak ditujukan hanya untuk kepentingan kelompok tertentu (private sector), seperti pelabuhan kapal/marina.

“Anggapan bahwa tanggul pantai dibangun untuk kepentingan kelompok tertentu tidak benar,” ujar Endra, Kamis (29/2/2024).

Endra menjelaskan bahwa pembangunan tanggul Pantai Dadap bertujuan untuk melindungi warga Jakarta dari risiko banjir.

“Tujuannya adalah untuk menahan rob atau kenaikan muka air laut yang dapat masuk ke lahan-lahan yang rendah akibat penurunan muka tanah (land subsidence),” tambahnya.

Baca Juga  Dampak Keputusan Kementerian PUPR, Tarif Baru Tol Surabaya-Gresik di Tengah Iklim Investasi Bisnis

Konsep pengendalian banjir di pesisir Teluk Jakarta dilakukan dengan membangun infrastruktur berupa tanggul pantai dan muara sungai, sistem polder, dan penataan drainase lingkungan. Garis pantai dan muara sungai yang kritis di pesisir Teluk Jakarta berdasarkan Detail Desain NCICD 2016 dan hasil reviewnya sepanjang 46,2 km.

Hingga tahun 2023, Kementerian PUPR telah membangun tanggul sepanjang 8,2 km di Pantai Muara Baru, Pantai Kali Baru, Pantai Kamal Muara, Kali Ancol, Cakung Drain, Cengkareng Drain, dan Kali Dadap. Selain itu, juga dibangun tiga unit kolam retensi di Cilincing.

Pada tahun 2024, Kementerian PUPR sedang mengerjakan tanggul pantai dan muara sungai sepanjang 1,6 km serta satu kolam retensi di Pantai Kamal Muara – Dadap dan Muara Sungai Dadap.

“Tahun ini kami akan menyelesaikan 1 km terakhir dari target 11 km yang merupakan tanggung jawab pusat,” tambahnya.

Sebagai informasi, Kementerian PUPR akan membangun tanggul pantai dan muara sungai sepanjang 1,6 kilometer pada tahun 2024 ini. Hingga tahun 2023, telah dibangun tanggul pantai dan muara sungai sepanjang 8,2 km.

Baca Juga  Presiden Jokowi dan Elon Musk Bahas Investasi Tesla dan SpaceX di Indonesia

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Bob Arthur Lombogia, mengatakan bahwa pembangunan tanggul pantai dan muara sungai telah berjalan secara strategis sejak tahun 2020.

Penanggung jawab proyek ini terbagi menjadi dua, yaitu pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

“Pada tahun 2024 ini, Kementerian PUPR sedang mengerjakan 1.664 meter (tanggul pantai) dan satu unit kolam retensi di Pantai Kamal Muara Dadap dan Muara Sungai Kali Dadap, yang sepanjang 1,6 km ini merupakan penyelesaian dari kesepakatan dengan Pemprov DKI Jakarta untuk pembangunan tanggul pantai,” kata Bob dalam Seminar Nasional Giant Sea Wall di Jakarta Pusat, Rabu, 10 Januari.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *