Rekor Baru, Harga Beras Melonjak di Atas HET yang Ditentukan Pemerintah

Penyebab harga beras mahal dan langka.
Penyebab harga beras mahal dan langka

Jakarta Beras merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, saat ini, Indonesia menghadapi tantangan serius akibat kenaikan harga dan kelangkaan beras.

Harga beras terus meroket dan bahkan mencatat rekor baru dengan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah sejak Maret 2023. Kenaikan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat mengenai ketersediaan beras yang semakin langka. Pada tanggal 13 Februari, harga beras premium mencapai Rp15.800 per kilogram dan beras medium naik menjadi Rp13.890 per kilogram, mengalami peningkatan dari harga sebelumnya.

Menurut ringkasan yang disampaikan pada Minggu (18/2/2024), berikut adalah beberapa penyebab utama kelangkaan beras dan kenaikan harga yang signifikan:

Baca Juga  Pemerintah Salurkan Bansos untuk Meningkatkan Kesejahteraan
  1. Fluktuasi Harga Pangan Global

Harga beras dipengaruhi oleh fluktuasi harga pangan global yang tidak stabil. Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga beras di dalam negeri.

“Meningkatnya harga pangan dunia tidak hanya dipengaruhi oleh faktor eksternal, tetapi juga oleh perubahan musim tanam dan panen,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir saat melakukan peninjauan terhadap ketersediaan beras di Ramayana, Klender, Jakarta Timur.

  1. Penurunan Produksi dan Persediaan

Direktur Utama Bulog, Bayu, menjelaskan bahwa sejak tahun 2023, produksi beras di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan akibat dari kemarau ekstrem yang dipicu oleh fenomena iklim El Nino.

Hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan antara permintaan dan persediaan, yang menjadi pemicu utama kenaikan harga beras.

Baca Juga  Sakti Wahyu Trenggono: Kombinasi Sukses dalam Dunia Bisnis dan Politik

“BPS telah menyatakan bahwa produksi beras kita mengalami penurunan sehingga keseimbangan antara pasokan dan permintaan terganggu. Produksi dalam negeri menjadi kunci untuk menstabilkan harga beras,” ungkap Bayu.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *