Kenaikan Harga Pangan Jelang Ramadhan, Cabai, Daging, dan Beras Mengalami Lonjakan

Harga Pangan Naik.
Harga Pangan Naik

Jakarta Harga bahan pangan mulai naik menjelang bulan Ramadhan. Beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan harga setidaknya dalam seminggu terakhir atau periode 5 – 12 Februari.

Kenaikan harga tertinggi terjadi pada komoditas cabai, daging ayam, dan bawang merah. Tidak hanya itu, harga beras juga mengalami lonjakan menjelang Bulan Suci Ramadhan 2024.

Berikut adalah rangkuman 6 fakta kenaikan harga pangan seperti cabai dan daging ayam jelang bulan puasa, Sabtu (17/2/2024).

  1. Kenaikan Harga Cabai, Bawang Merah, dan Daging

Berdasarkan data dari laman Panel Harga Badan Pangan Nasional (NFA) pada Senin, 12 Februari 2024, harga cabai rawit merah mengalami kenaikan tertinggi sebesar 4,92% atau naik Rp2.200 menjadi Rp46.950/kg. Diikuti oleh harga cabai merah keriting yang naik 4,11% atau setara Rp2.170 menjadi Rp54.910/kg.

Harga bawang merah juga tercatat mengalami kenaikan sebesar 3,42% atau Rp1.120 menjadi Rp33.900/kg. Sedangkan harga daging ayam juga naik sebesar 3,13% atau Rp1.120 menjadi Rp36.900/kg.

Kenaikan harga daging juga terjadi karena menjadi bahan pangan yang paling banyak dicari menjelang bulan puasa. Harga daging sapi murni pada perdagangan hari itu tercatat mengalami kenaikan 0,09% atau Rp120 menjadi Rp134.570/kg.

Baca Juga  Penurunan Harga Beras Di Pasar Tradisional, Kabar Baik Jelang Ramadhan

Selanjutnya, harga telur ayam ras juga naik menjadi Rp28.950/kg atau naik Rp550. Sementara harga minyak goreng curah juga naik menjadi Rp15.190/liter atau naik sekitar 0,20%. Harga minyak goreng kemasan sederhana juga mengalami kenaikan 1,21% menjadi Rp17.570/liter.

  1. Kenaikan Harga Beras

Tidak hanya itu, harga beras juga mengalami kenaikan baik untuk beras premium maupun beras medium. Harga beras premium naik menjadi Rp15.900/kg atau mengalami kenaikan sebesar 1,73%, sementara harga beras medium naik menjadi Rp13.900/kg atau setara 1,39%.

  1. Lonjakan Harga Beras Dunia

Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, menjelaskan bahwa kenaikan harga beras menjelang puasa dipengaruhi oleh lonjakan harga beras dunia yang saat ini mencapai USD670 per ton. Padahal, sebelumnya hanya sekitar USD460 per ton.

  1. Adanya Sentimen

Sentimen tersebut berpengaruh terhadap kenaikan harga beras menjelang puasa, terutama karena Indonesia juga mengimpor beras.

“Harga pangan (mahal) ini bukan hanya di Indonesia, namun juga di seluruh dunia karena biaya produksi juga meningkat. Harga beras impor sebelumnya sekitar USD460 per metrik ton, namun sekarang mencapai USD670,” ujar Arief saat ditemui MNC Portal di Pasar Induk Cipinang.

Baca Juga  Menko Maritim dan Investasi Masih Dalam Perawatan Medis, Tugas Diserahkan ke Menteri Ini
  1. Kenaikan Harga Beras di Dalam Negeri

Di dalam negeri sendiri, beberapa variabel pembentuk harga pasar saat ini juga mengalami kenaikan, mulai dari harga bahan bakar untuk pengiriman, harga plastik, hingga kenaikan upah pekerja.

“Semua ini akan diakomodasi sebagai harga pokok produksi, jika naik berarti harga naik tetapi yang paling penting adalah menjaga daya beli masyarakat,” tambahnya.

  1. Permintaan Beras yang Meningkat

Menurut Arief, permintaan beras di pasar menjelang bulan puasa hingga lebaran juga sering mengalami peningkatan. Oleh karena itu, secara alami permintaan dan penawaran, serta kenaikan harga barang, akan mengalami peningkatan.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *