Erick Thohir Tanggapi Pengunduran Diri Ahok dari Pertamina, Pilihan Pribadi yang Patut Diapresiasi

Erick merespons pengunduran diri Ahok.
Erick merespons pengunduran diri Ahok

Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, yang akrab disapa Ahok, telah mengundurkan diri dari posisi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, memberikan tanggapan terhadap keputusan tersebut.

Menurut Erick, langkah ini merupakan keputusan pribadi dari mantan Gubernur DKI Jakarta. Ahok memilih untuk mundur dari kepemimpinan Dewan Komisaris BUMN di sektor minyak dan gas bumi (migas) karena ia memutuskan untuk bergabung dengan tim sukses (timses) Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Erick menilai bahwa keputusan Ahok adalah tentang pilihan, bukan tentang benar atau salah. Oleh karena itu, keputusan tersebut seharusnya dihargai.

“Keputusan Pak Ahok ini tentang pilihan. Saat itu, ada juga Komisaris lain dari BSI, yaitu saudara Arief Rosyid, semuanya pilihan, bukan masalah benar atau salah. Ini adalah era demokrasi yang perlu kita hargai,” ujar Erick ketika diwawancara di Rumah Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Minggu (4/2/2024).

Baca Juga  Diskusi Ekonomi, Presiden Jokowi dan PM Singapura Bahas Investasi dan Pembangunan

Ahok bukanlah satu-satunya Komisaris BUMN yang mengundurkan diri dari posisi strategis di perusahaan pelat merah. Beberapa nama Komisaris di BUMN lain juga melakukan tindakan serupa dengan alasan mereka memilih untuk bergabung dengan tim sukses salah satu pasangan calon dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun ini. Contohnya, Abdi Negara Nurdin alias Abdee Slank, yang mundur dari jabatan Komisaris Independen PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) yang dipegangnya sejak Mei 2021.

Selanjutnya, Eko Sulistyo mengundurkan diri dari jabatan komisaris PT PLN (Persero) pada bulan Oktober tahun lalu setelah ditunjuk sebagai Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud.

Baca Juga  Booming Komunitas dan Konsumsi Tangga Dorong Pertumbuhan Ekonomi di 2023

Tidak hanya itu, Andi Gani Nena Wea juga mengajukan surat pengunduran diri sebagai Presiden Komisaris PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PT PP pada tahun 2023. Ia kemudian fokus untuk memenangkan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *