Kerusakan Gedung Heritage Kementerian ESDM, Langkah Antisipatif dan Koordinasi Efektif

Ilustrasi Gedung di Jakarta.
Ilustrasi Gedung di Jakarta

Jakarta Gedung Heritage Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup signifikan. Gedung yang terletak di antara dua proyek besar, yakni MRT Jakarta dan proyek BSI Tower, mengalami masalah pada lantai dinding dan plafon. Penurunan signifikan sebesar 8,5 cm pada titik tertentu juga telah terjadi setelah pemeriksaan elevasi pada tanggal 28 Januari 2024.

Berikut rangkuman fakta-fakta terkait kerusakan Gedung Heritage hingga penghentian sementara proyek BSI Tower pada Minggu (4/2/2024):

  1. Penelitian Terhadap Kondisi Gedung

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerjasama Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi, menyampaikan bahwa sedang dilakukan penelitian dan pemeriksaan terhadap kondisi gedung. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah kerusakan tersebut membahayakan atau tidak, serta untuk memudahkan proses restorasi.

  1. Rapat Koordinasi Antara Menteri ESDM dan Menteri PUPR

Menteri ESDM, Arifin Tasrif, telah menghubungi Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, terkait kerusakan Gedung Heritage Kementerian ESDM akibat proyek BSI Tower yang dikerjakan oleh PT PP (Persero) Tbk. Rapat koordinasi telah dilakukan untuk membahas proses restorasi yang akan dilakukan.

Baca Juga  Jasa Marga Tidak Beri Diskon Tol Nataru, Evaluasi Lebaran Jadi Pertimbangan
  1. Komitmen dari PT PP (Persero) Tbk

PT PP (Persero) Tbk telah menyanggupi untuk melakukan restorasi, termasuk melakukan pengecekan tambahan pada beberapa titik untuk memastikan kondisi tanah di sekitarnya. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap penurunan tanah yang menyebabkan keretakan pada gedung.

  1. Evaluasi dan Tindak Lanjut Perencanaan Mitigasi

PT PP (Persero) Tbk bersama Kementerian PUPR sedang melakukan evaluasi dan menyusun tindak lanjut perencanaan mitigasi lanjutan untuk memperkuat gedung. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi risiko pergerakan tanah di masa mendatang.

  1. Langkah Antisipatif dan Mitigasi

PT PP (Persero) Tbk telah mengambil langkah-langkah antisipatif dan mitigasi untuk mengatasi risiko pergerakan tanah, termasuk penggunaan inclinometer, pemantauan settlement secara berkala, serta penerapan sistem dinding penahan tanah yang sesuai dengan karakteristik tanah di lokasi.

Baca Juga  Presiden Jokowi Bicara Soal Kelangkaan dan Harga Beras, 7 Fakta Penting yang Perlu Diketahui
  1. Rekomendasi untuk Mengosongkan Gedung Heritage

Langkah-langkah antisipatif ini telah disusun bersama Kementerian ESDM, yang menghasilkan rekomendasi untuk sementara waktu mengosongkan Gedung Heritage guna evaluasi dan restorasi lebih lanjut. Hal ini menunjukkan komitmen dalam menjaga keamanan dan integritas bangunan secara preventif.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *