Dugaan Suap SAP, Tiga BUMN Indonesia Terlibat, Pertamina dan Angkasa Pura dalam Sorotan

Kementerian BUMN.
Kementerian BUMN

Jakarta – Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) disebut terlibat dalam kasus suap perusahaan perangkat lunak asal Jerman, SAP. PT Pertamina (Persero), PT Angkasa Pura I (Persero), dan PT Angkasa Pura II (Persero) menjadi bagian dari delapan perusahaan dan lembaga Indonesia yang diduga terlibat dalam kasus suap tersebut.

Laporan dari Departemen Kehakiman dan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) mencatat bahwa selain tiga BUMN, entitas lain yang terlibat meliputi Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) atau BAKTI Kominfo, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Sosial (Kemensos), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, dan PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta.

Kementerian BUMN mengakui belum menerima informasi atau data rinci terkait dugaan keterlibatan tiga BUMN dalam kasus suap SAP. Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, menyatakan bahwa mereka baru mendapatkan informasi awal dari media massa nasional. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan data yang lebih valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga  PHI Terapkan Strategi Empat Pilar untuk Optimalkan Produksi Migas di Kalimantan

Berikut profil singkat tiga BUMN yang terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi tersebut:

  1. Pertamina (Persero)
    • PT Pertamina (Persero) merupakan BUMN di sektor minyak dan gas bumi (migas) yang telah beroperasi selama sekitar enam dekade di Indonesia.
    • Saat ini, Pertamina memiliki peran sebagai holding company di sektor energi, mengelola enam subholding dengan jenis usaha seperti Upstream Subholding, Subholding Gas, Subholding Refinery & Petrochemical, Subholding Power & NRE, Subholding Komersial & Trading, dan Subholding Integrated Marine Logistics.
  2. Angkasa Pura II (Persero)
    • PT Angkasa Pura II (Persero) adalah perusahaan negara yang bergerak di bidang pelayanan jasa kebandarudaraan dan pelayanan terkait bandar udara.
    • AP II mengelola 20 bandara di Indonesia, termasuk Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Kualanamu (Medan), dan lainnya.
  3. Angkasa Pura I (Persero)
    • PT Angkasa Pura I (Persero) juga merupakan operator bandara pelat merah di Indonesia.
    • Angkasa Pura I mengelola 15 bandara, antara lain Bandara I Gusti Ngurah Rai (Denpasar), Bandara Juanda (Surabaya), Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar), dan sejumlah bandara lainnya.
Baca Juga  Menteri BUMN Tunjuk Yudo Margono Sebagai Komisaris Utama Hutama Karya

Perkembangan lebih lanjut perlu diteliti agar dapat memberikan klarifikasi yang lebih detail terkait keterlibatan ketiga BUMN ini dalam kasus suap yang sedang diselidiki.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *