Pasar Pagi Dermaga Tasik Agung Rembang, Pedagang Laris Manis

Rembang,fajarharapan.id – Sebuah “Pasar” yang muncul hanya pada hari Minggu pagi

Pasar pagi Dermaga Tasik Agung Rembang dianggap sebagai salah satu pasar pagi. Karena setiap hari Minggu, ketika fajar menyingsing, dermaga tempat memancing yang biasanya tenang, tiba-tiba menjadi ramai dengan berbagai aktivitas.

Sekitar puluhan penjaja makanan yang berbaris di pelabuhan sepanjang 200 meter ini lebih dari sekadar jualan, ini tampak seperti sebuah pasar malam. Pengunjung akan dihibur dengan beraneka ragam makanan, termasuk sari laut, jajanan anak, dan buah-buahan segar, serta makanan siap saji.

Beragam makanan mulai dari makanan kering, sayuran, buah-buahan, makanan ringan, kopi, kue, dan produk olahan roti dijual di sini.

Banyak juga penjual mainan anak-anak seperti balon, mainan robot, mainan mobil, dan banyak lagi yang dapat ditemukan, beragam pedagang yang berjajar.

Baca Juga  Menteri Airlangga Hartarto Dorong Ekonomi Hijau sebagai Sumber Pertumbuhan Berkelanjutan

Kebanyakan pedagang menjajakan dagangannya diatas motor. Bahkan, ada yang menjual buku pelajaran sekolah

Banyak orang yang datang untuk olah raga atau nongkrong dengan teman-teman untuk menikmati suasana liburan pagi di dermaga Tasik Agung Rembang yang ramai bersama anak dan keluarga.

Salah satu pengunjung Ana (20) warga Desa Sumberejo Rembang mengatakan setiap Minggu pagi, saya kesini untuk olah raga dan nongkrong.

Disini suasananya enak Pak, udaranya seger dan bisa melihat lautan yang luas, banyak pedagang yang berjualan,” terangnya, Minggu (21/1/2024) pagi

Pedagang makanan batagor dengan modal seratus ribu rupiah. Jualan kecil-kecilan ini ternyata berhasil menggandakan investasinya dengan keuntungan harian yang mencapai 200 ribu, lain halnya dengan hari Minggu bisa meraup keuntungan 300 sampai 400 ribu,” terang Deni

Baca Juga  Mata Uang Asia Menguat, Rupiah Naik 0,12 Persen

Bagi Deni, Minggu pagi, di Dermaga Tasik Agung menjadi favorit masyarakat Rembang kota selain di Alun alun Rembang, untuk olah raga, jalan jalan dan nongkrong.

“Jualan di hari Minggu keuntungan bisa lebih banyak karena jualan di dermaga banyak dipenuhi oleh masyarakat,” ujar Deni dengan senyum bangga.(putra/romadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *