Bantahan Resmi OIKN, Group Djarum dan Wings Group Tetap Dalam Proyek IKN

Fakta Wings dan Djarum Group di Proyek IKN.
Fakta Wings dan Djarum Group di Proyek IKN.

Jakarta – Munculnya rumor bahwa Wings Group dan Group Djarum telah mundur dari proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin menguat. Saat ini, belum ada kepastian mengenai status kedua perusahaan besar ini dalam konsorsium proyek IKN.

Menurut penelusuran pada Sabtu (13/1/2024), berikut adalah 5 fakta terkait Wings Group dan Group Djarum yang dikabarkan mundur dari proyek IKN:

Bukan Bagian dari Konsorsium
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa perusahaan milik konglomerat Budi Hartono, Group Djarum, dan perusahaan Wiliam Katuari, Wings Group, tidak tergabung dalam konsorsium investor IKN. Sejak awal, kedua perusahaan ini tidak bergabung dengan konsorsium Nusantara yang dipimpin oleh konglomerat Sugianto Kusuma alias Aguan melalui perusahaan Agung Sedayu Group (ASG).

Bantahan dari OIKN
Sebelumnya, pada 4 Januari 2024, Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) melalui Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono, mengklaim bahwa Group Djarum dan Wings Group masih tergabung dalam konsorsium Nusantara. Agung menyebut bahwa konsorsium tersebut telah merealisasikan investasi sebesar Rp23,1 triliun. Ia juga menegaskan bahwa kedua perusahaan ini tidak akan mundur dari rencana investasi di IKN dan siap melakukan groundbreaking pada tahap berikutnya.

Baca Juga  Hubungkan IKN dengan Balikpapan, KemenPUPR Anggarkan Rp471 Miliar untuk Bangun Jembatan

Tidak Terlibat dalam Proyek Hotel
Agung juga membantah isu mundurnya kedua perusahaan tersebut dan menjelaskan bahwa Group Djarum dan Wings Group tidak terlibat dalam proyek hotel dan sarana belanja yang dilakukan oleh konsorsium Nusantara pada September 2023. Meskipun begitu, dia menegaskan bahwa kedua perusahaan tersebut akan melakukan investasi di sektor lain.

Akan Tetap Berinvestasi di Tahap Selanjutnya
Meskipun diakui bahwa Wings Group dan Group Djarum tidak menjadi bagian dari konsorsium, Bahlil juga menegaskan bahwa keduanya akan tetap berinvestasi di IKN. Waktu pelaksanaan investasi tersebut belum dapat dipastikan, namun kemungkinan akan direalisasikan setelah pembangunan tahap pertama selesai, yaitu pasca 2024.

Baca Juga  Presiden Proyeksikan Upacara Kemerdekaan di IKN 17 Agustus 2024, Melihat Kemajuan Infrastruktur

10 Perusahaan Lokal yang Terlibat
Sebagai informasi tambahan, terdapat 10 pengusaha yang telah mulai menanamkan modal di IKN. Jumlah modal yang sudah ditanamkan mencapai Rp40 triliun. Agung Wicaksono menyebutkan bahwa setidaknya ada 10 perusahaan lokal yang tergabung dalam konsorsium, termasuk Agung Sedayu Group, Salim Group, Sinarmas, Pulau Intan, Group Djarum, dan Wings Group.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *