Perlindungan Nasabah, OJK Tetapkan Denda Keterlambatan pada Pinjaman Online

Bunga dan Denda Terbaru Pinjol 2024.
Bunga dan Denda Terbaru Pinjol 2024.

Jakarta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan peraturan terbaru terkait Pinjaman Online (pinjol) mulai Januari 2024. Peraturan ini mencakup aspek bunga, besaran denda, dan proses penagihan kredit kepada nasabah.

Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya di OJK, menyatakan bahwa dalam peraturan baru ini, pinjol secara bertahap akan menyesuaikan manfaat ekonomi dari pendanaan fintech peer-to-peer lending.

Suku bunga pinjol akan mengalami penurunan secara bertahap hingga tahun 2026, dengan dukungan pendanaan konsumtif yang memiliki bunga sebesar 0,3% per harinya.

Adapun untuk pendanaan produktif, suku bunga pada dua tahun pertama (2024 dan 2025) ditetapkan sebesar 0,1% per hari, sementara pada tahun 2026 dan seterusnya, suku bunga akan menjadi 0,067% per hari.

Baca Juga  Kenaikan Ekspor Pertanian Indonesia, Fakta Terbaru dari BPS

Selain itu, OJK juga menetapkan denda keterlambatan maksimum pada pendanaan konsumtif dan produktif. Langkah ini diambil secara progresif untuk mengimbangi pertumbuhan fintech peer-to-peer lending, menjaga keberlanjutan industri keuangan digital, sambil melindungi kepentingan nasabah.

OJK juga mengingatkan kembali aturan terkait waktu penagihan yang telah ditetapkan dalam Peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018 tentang penyelenggaraan usaha perusahaan pembiayaan. Keberadaan DC atau penagih utang dianggap sah secara hukum, dan perusahaan diperbolehkan bekerjasama dengan pihak ketiga untuk membantu dalam proses penagihan utang. Penagihan hanya dapat dilakukan antara pukul 08.00 hingga 20.00 sesuai dengan wilayah waktu alamat penerima dana, sesuai dengan aturan OJK.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *