SKK Migas Apresiasi Kinerja Tim Gas JTB dalam Mewujudkan Produksi Penuh

SKK Migas Cek Produksi di Lapagan Jambaran Tiung Biru.
SKK Migas Cek Produksi di Lapagan Jambaran Tiung Biru.

Jakarta SKK Migas memberikan apresiasi kepada tim yang sedang melaksanakan pekerjaan di lapangan gas Jambaran Tiung Biru (JTB). Saat ini, JTB sudah berhasil beroperasi secara penuh.

Deputi Keuangan SKK Migas, Kurnia Chairi, menyatakan bahwa produksi gas dari wilayah Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) cukup besar. Oleh karena itu, yang perlu dilakukan hanyalah menyesuaikan serapan dari pembeli.

Manajemen SKK Migas melakukan kunjungan kerja ke Bojonegoro, dan mereka diterima oleh perwakilan pimpinan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) di Bojonegoro, yaitu PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 dan Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL).

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau kegiatan lifting akhir tahun sebagai dukungan untuk mencapai target produksi industri hulu migas sebesar 1 juta BOPD dan gas sebesar 12 BSCFD pada tahun 2030 mendatang.

Baca Juga  SKK Migas, Prioritaskan Pasokan Dalam Negeri Minyak dan Gas Bumi

General Manager PEPC Zona 12, Mefredi, menyampaikan perkembangan lapangan gas Jambaran Tiung Biru. Dia menjelaskan bahwa Proses 1 dan Proses 2 di area Gas Processing Facility (GPF) telah beroperasi secara stabil sejak 3 November, dan proses Placed Into Service (PIS) JTB juga sudah dilakukan pada 14 Desember.

“Mudah-mudahan semua proses dapat berjalan lancar, sehingga JTB segera dapat masuk ke fase normal operasi dan mendukung tercapainya ketahanan energi nasional,” ujar Mefredi.

Senior VP Production Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL), Muhammad Nurdin, menyampaikan bahwa EMCL akan terus mengoptimalkan efektivitas dan efisiensi kerja alat di Lapangan Banyu Urip serta terus memastikan keselamatan para pekerja.

Baca Juga  Kementerian PANRB Buka Formasi Khusus untuk CPNS Bidang Pendidikan dan Kesehatan

Produksi JTB saat ini mencapai sekitar 120 MMSCFD, sementara kapasitas produksi sales gas JTB mencapai 192 MMSCFD. Serapan gas oleh pembeli menjadi penentu pengaliran produksi. Harapan serapan gas dapat semakin optimal jika pipa transmisi Cirebon-Semarang rampung tersambung. Selain gas, JTB juga menghasilkan kondensat yang disalurkan ke fasilitas di Banyu Urip milik EMCL, serta produk sampingan seperti asam sulfat, Gypsum, dan Na2SO4.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *