Teknologi AI Merambah Stasiun Kereta: Pramugari Jelita ‘Nilam’ Layani Pelanggan

Pramugari Cantik versi AI di Stasiun.
Pramugari Cantik versi AI di Stasiun.

Jakarta PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkenalkan pramugari jelita versi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di beberapa stasiun. Pramugari cantik ini dapat berkomunikasi dengan pelanggan.

Direktur Niaga KAI, Hadis Surya Palapa, menyatakan bahwa pramugari jelita AI ini merupakan asisten virtual atau avatar chatbot berbasis kecerdasan buatan. Sistem ini diterapkan di beberapa stasiun kereta api untuk meningkatkan aksesibilitas informasi bagi seluruh pelanggan.

Dengan memanfaatkan teknologi Azure OpenAI Service dan Azure Cognitive Service Microsoft, pramugari jelita versi AI dihadirkan melalui layar TV vertical di dalam stasiun. KAI memberi nama asisten virtual ini dengan sebutan “Nilam.”

Menggunakan teknologi ini, pramugari jelita dapat merespons pertanyaan pelanggan secara langsung melalui suara maupun teks. Asisten virtual Nilam dapat diaktifkan dengan sentuhan atau perintah suara.

Baca Juga  Harga Minyak Dunia Slightly Turun, Arab Saudi dan Rusia Perpanjang Pengurangan Pasokan

“Dari sisi aktivasi, layanan ini dapat diaktifkan dengan menyentuh layar atau melalui suara dengan mengucapkan ‘halo nilam’,” ujar Hadis Surya pada Sabtu (23/12/2023).

“Ia melanjutkan, “Selanjutnya, pelanggan dapat mengajukan pertanyaan langsung atau mengetikkan pertanyaan di layar. Asisten virtual Nilam akan memberikan jawaban secara langsung.”

Saat ini, pramugari jelita versi AI sudah tersedia di Stasiun Gambir Jakarta, Stasiun Bandung, Stasiun Yogyakarta, dan Stasiun Surabaya Gubeng. Keempat stasiun tersebut dipilih karena menjadi stasiun kereta api tersibuk di Indonesia dan merupakan tahap pertama pengembangan avatar chatbot berbasis AI KAI.

Hadis mengungkapkan bahwa setiap harinya lebih dari 200 orang datang ke customer service stasiun untuk menanyakan informasi seputar kereta api, seperti ketersediaan tiket, prosedur pembatalan tiket, atau fasilitas di stasiun.

Baca Juga  Investasi USD15 Miliar dari Exxon Mobil Akan Dongkrak Infrastruktur dan Energi Terbarukan Indonesia

Dengan diluncurkannya asisten virtual Nilam, KAI berharap dapat meningkatkan layanan terhadap pelanggan secara efisien, terutama bagi mereka yang memiliki jadwal perjalanan yang ketat.

Selain dari layar sentuh dan aktivasi suara, asisten virtual Nilam juga memiliki kemampuan multi-bahasa dari Azure OpenAI Service, sehingga dapat mendukung komunikasi secara lebih efektif. Beberapa bahasa yang dapat digunakan selain Bahasa Indonesia mencakup Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, Bahasa Jawa, dan Bahasa Sunda.

Kedepannya, Hadis berharap asisten virtual ini dapat hadir di stasiun-stasiun lain dengan dukungan bahasa yang semakin beragam.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *