Ida Fauziyah: Penurunan Pengangguran Menandai Pemulihan Ekonomi dan Ketenagakerjaan Indonesia

Menaker sebut tingkat pengangguran turun.
Menaker sebut tingkat pengangguran turun

Jakarta Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan bahwa kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan Indonesia sedang mengalami perbaikan. Hal ini tercermin dari penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia pada bulan Agustus 2023, mencapai 5,37%.

Persentase ini mengalami penurunan sebesar 6,77% jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2022 yang mencapai 5,86%. Ida Fauziyah menekankan bahwa dengan menurunnya TPT, semakin banyak angkatan kerja yang memasuki pasar kerja atau mendapatkan pekerjaan.

Menghadapi situasi ini, Ida Fauziyah memberikan pesan kepada BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan bahwa semua pekerja yang memasuki pasar kerja atau bekerja dijamin perlindungan oleh program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga  Panen Raya Padi Sawah di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara: 53 Kelompok Tani Raih Hasil 2.876,4 Ton

“Semakin tinggi angkatan kerja kita memasuki pasar kerja, ini menjadi tantangan bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan mereka menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Ida, seperti yang dilaporkan pada Sabtu (15/12/2023).

Selain itu, Ida mengungkapkan bahwa potensi masyarakat Indonesia bekerja di luar negeri juga mengalami peningkatan, seiring dengan meningkatnya peluang pekerjaan di negara-negara asing.

Ida memberikan contoh bahwa Jepang saat ini mengalami fenomena penuaan masyarakat yang menyebabkan kebutuhan besar akan pekerja asing. Melalui kerjasama dengan Indonesia, Jepang berencana menyerap 100.000 pekerja migran Indonesia dalam waktu 5 tahun ke depan.

Baca Juga  Pertamina Tutup Sementara 4 SPBU di Jakarta, Depok, dan Tangerang Terkait Kasus Pemalsuan BBM

“Meningkatnya peluang kerja kita di luar negeri merupakan tantangan bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk melindungi pekerja migran dengan program-program BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Ida juga menyampaikan apresiasi atas pencapaian BPJS Ketenagakerjaan, terutama terkait jumlah peserta aktif yang telah melampaui angka 40 juta, menunjukkan kesuksesan program ini.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *