Pupuk Indonesia Salurkan 5,71 Juta Ton Subsidi, Capai 94% Target Tahun 2023

Pupuk Subsidi Sudah Tersalurkan 5,71 Juta Ton.
Pupuk Subsidi Sudah Tersalurkan 5,71 Juta Ton.

Jakarta Pupuk Indonesia mencatatkan penyaluran pupuk subsidi sebanyak 5,71 juta ton hingga 30 November 2023. Angka ini mencapai sekitar 94% dari total alokasi yang telah dianggarkan oleh Pemerintah, yakni sebanyak 6,05 juta ton.

Tri Wahyudi Saleh, Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, mengungkapkan bahwa ada 1.077 distributor yang telah siap mendukung penyaluran pupuk bersubsidi pada tahun 2024. Distributor diminta untuk memaksimalkan penyaluran tersebut dengan menjaga ketertiban administrasi dan mematuhi peraturan yang berlaku.

Pupuk Indonesia juga mengimbau seluruh distributor dan jaringan kios pengecer untuk menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai dengan alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dalam proses penyaluran, Pupuk Indonesia mendorong penggunaan sistem digitalisasi, seperti aplikasi Rekan yang terintegrasi melalui Distributor Planning & Control System (DPCS), untuk memantau secara real-time dan memudahkan pengawasan.

Baca Juga  Permasalahan Utang Kredit Usaha Rakyat, Tindakan Mahfud MD dan Ganjar Pranowo

Dalam mendukung proses pendistribusian, Pupuk Indonesia memiliki fasilitas distribusi seperti 15 unit pengantongan dan distribution center, 13 kapal dengan 222 rute angkutan laut, 8.131 armada truk angkutan darat, 581 gudang dengan kapasitas produksi pupuk sekitar 14,6 juta ton, 1.077 distributor, dan lebih dari 25 ribu kios pupuk di seluruh negeri.

Penetapan 1.077 distributor ini hasil dari evaluasi, verifikasi administrasi, dan cek fisik lapangan sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 4 Tahun 2023, dengan beberapa syarat tambahan dari Pupuk Indonesia kepada distributor, seperti aktif dalam kegiatan usaha perdagangan, sanggup dalam pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi, dan tidak memiliki masalah hukum.

Baca Juga  Rancangan APBN 2024 Disahkan oleh DPR RI: 7 Fakta Menarik

Dalam penyaluran, fokus diberikan pada dua jenis pupuk, Urea dan NPK, untuk sembilan komoditas pertanian strategis. Petani yang berhak menerima pupuk bersubsidi harus tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam SIMLUHTAN, menggarap lahan maksimal dua hektar, dan menggunakan Kartu Tani.

Dalam upaya menjaga integritas, distributor wajib menandatangani Pakta Integritas dan Surat Pernyataan Kesanggupan Pembayaran Tagihan. Mereka juga diminta memastikan kios binaannya memahami sistem penyaluran dan mentaati aturan, termasuk HET.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *