Eksplorasi Sejarah Kereta Cepat: Dari Shinkansen Jepang Hingga Kecepatan Super TGV Prancis

Kereta Cepat Dunia.
Kereta Cepat Dunia

Jakarta – Sejarah perkembangan kereta cepat dimulai dari Jepang pada tahun 1964 dengan pengembangan Shinkansen, dikenal sebagai bullet train. Jepang memperhatikan kontur dan iklim wilayahnya yang berbukit-bukit dan berubah-ubah, sehingga Shinkansen didesain untuk melaju dengan kecepatan tinggi dan tetap stabil di jalur berliku-liku.

Shinkansen memiliki kecepatan operasional sekitar 210 km per jam, menghubungkan Tokyo ke Osaka. Peluncuran Shinkansen ini bersamaan dengan Olimpiade Tokyo pada tahun tersebut.

Pada tahun 1981, Prancis memulai layanan TGV (Train a Grande Vitesse) sebagai kereta cepat pertama di Eropa dengan kecepatan operasional 260 km per jam.

Gagasan pengembangan kereta cepat pertama kali muncul pada tahun 1960-an dengan menggunakan energi turbin gas berbahan bakar diesel. Namun, pada tahun 2007, TGV mencetak rekor kecepatan dunia untuk kereta api komersial dengan mencapai 574,8 km per jam.

Baca Juga  PLN Pastikan Listrik Tetap Andal Selama Nataru 2023-2024

Jerman memperkenalkan kereta cepat bernama ICE (Inter City Express) pada tahun 1991, dengan kecepatan operasional 280 km per jam, menghubungkan kota-kota besar di Eropa Tengah.

Spanyol meluncurkan kereta cepat AVE (Alta Velocidad Española) pada tahun 1992, yang memiliki kecepatan operasional tinggi. Singkatan AVE juga merupakan plesetan dari kata “ave” dalam bahasa Spanyol, yang berarti “burung”.

Italia memperkenalkan kereta cepat Direttissima pada tahun 1977, menghubungkan Roma dengan Florence dengan kecepatan operasional 250 km per jam. Pada tahun 1988-1989, Italia meluncurkan ETR 450 Pendolino, yang mencapai rekor kecepatan 319 km per jam.

Baca Juga  Menteri ESDM Arifin Tasrif Resmikan Portal Mitigasi Bencana Geologi untuk Pelayanan Publik

Korea Selatan meluncurkan KTX (Korea Train Express) pada tahun 2004, menghubungkan kota-kota utama dengan kecepatan operasional hingga 300 km per jam.

Shanghai maglev atau Shanghai Transrapid diluncurkan pada tahun 2008, dengan kecepatan operasional 460 km per jam, menghubungkan Beijing dan Tianjin.

Pada tahun 2018, kereta cepat Haramain diluncurkan, menghubungkan Mekkah dan Madinah dengan kecepatan 300 km per jam, sangat penting bagi jamaah haji.

Di tahun 2023, Indonesia menjadi bagian dari sejarah kereta cepat dengan diluncurkannya Kereta Cepat Whoosh, menghubungkan Jakarta-Bandung. Dengan kecepatan operasional hingga 350 km per jam, kereta ini menempuh perjalanan hanya dalam waktu 40 menit, meluncur pada 2 Oktober 2023.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *