Menteri ESDM Arifin Tasrif Kunjungi Lokasi Pertambangan PTFI di Grasberg

Menteri ESDM Arifin Tasrif ke Freeport Indonesia.
Menteri ESDM Arifin Tasrif ke Freeport Indonesia

Jakarta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melakukan kunjungan ke lokasi kegiatan pertambangan di PT Freeport Indonesia (PTFI) pada hari ini, Minggu (10/10/2023).

Toni Wenas, Presiden Direktur PTFI, memberikan penjelasan awal mengenai kegiatan pertambangan yang sedang dilaksanakan oleh perusahaan. Setelah itu, Menteri Arifin bersama anggota DPR RI lainnya bergerak menuju tambang terbuka Grasberg dan tambang bawah tanah.

PTFI dikenal sebagai salah satu wilayah kerja pertambangan yang paling inovatif dan menarik. Tambang Grasberg terletak pada ketinggian 4280 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan merupakan area dengan curah hujan tertinggi di dunia, mencapai 200 inci per tahun.

Selain mengunjungi tambang terbuka Grasberg, rombongan Menteri ESDM dan DPR RI juga dijadwalkan mengunjungi pabrik pengolahan dan tambang bawah tanah, yang merupakan tambang bawah tanah terbesar di dunia.

Tambang Grasberg, berada di ketinggian +4.200 mdpl, dulunya menggunakan metode penambangan terbuka, memungkinkan penggunaan alat berat berukuran besar seperti shovel dan truk besar (haul truck) untuk menambang material.

Tambang bawah tanah yang dimiliki PTFI saat ini merupakan yang terbesar di dunia, berada di ketinggian +2.500 hingga +3070 mdpl. Freeport Indonesia saat ini fokus pada era tambang bawah tanah dengan tambang bawah tanah aktif seperti Grasberg Block Cave, Deep Mill Level Zone (DMLZ), dan Big Gossan.

Baca Juga  Biaya Pajak Daihatsu Sirion Berdasarkan Tipe dan Tahun Keluaran

Setelah melalui proses di pabrik pengolahan (Mill) dengan penghancuran, penggilingan, dan pengapungan (flotasi), lumpur konsentrat dihasilkan. Lumpur ini kemudian dialirkan melalui jalur pipa sepanjang 110 km ke pabrik pengering. Di sini, konsentrat kering yang mengandung tembaga, emas, dan perak dikeringkan hingga kadar kandungan air sembilan persen. Konsentrat kering ini selanjutnya dikirimkan ke pabrik peleburan dan pemurnian di Gresik, Jawa Timur, melalui jalur laut.

Kota pendukung operasional di dataran rendah adalah Kota Kuala Kencana, yang diresmikan pada 5 Desember 1995. Dengan luas lahan 17.000 Ha, Kuala Kencana dirancang sebagai kota ramah lingkungan, unik, indah, dan merupakan kota pertama di Indonesia yang memiliki jaringan bawah tanah untuk air dan listrik, pusat distribusi air, pengumpulan limbah, dan pengolahannya.

PTFI saat ini memiliki total karyawan sebanyak 6.344 orang, dengan komposisi 2.397 (37,8%) dari Papua, 3.773 (59,5%) Non-Papua, dan 174 (2,7%) pegawai asing.

Mayoritas saham PTFI, yaitu sebanyak 51,2%, dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Investasi sosial total PTFI selama 30 tahun terakhir (1992-2022) mencapai USD2 miliar, dan perusahaan berencana untuk melanjutkan investasi sosial dengan rata-rata USD100 juta per tahun hingga 2041.

Baca Juga  Presiden Jokowi Minta Bulog Tingkatkan Pasokan Beras hingga 3 Juta Ton

Sebelumnya, Arifin menyatakan sedang mengkaji denda administratif terkait keterlambatan pembangunan smelter oleh PT Freeport Indonesia (PTFI). Ini menyusul perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menilai risiko denda administratif keterlambatan pembangunan smelter dari PTFI mencapai US$501,94 juta atau setara dengan Rp7,7 triliun (dengan asumsi kurs Rp15.525 per dolar AS).

“Kita akan menyesuaikan klaim dengan yang telah dihitung oleh BPK. Pasti ada perbedaan antara klaim dan angka yang dihitung,” jelas Arifin di Kementerian ESDM.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *