Presiden Jokowi Ajak Kolaborasi Investasi USD1 Triliun demi Net Zero Emission 2060

Butuh USD1 Triliun Wujudkan Net Zero Emission.
Butuh USD1 Triliun Wujudkan Net Zero Emission.

Jakarta Presiden Jokowi menyatakan bahwa mencapai target nol emisi karbon atau Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 di Indonesia memerlukan dukungan investasi lebih dari USD1 triliun.

Oleh karena itu, dalam Forum KTT Pemimpin Dunia tentang Perubahan Iklim (COP Ke-28) di Dubai, Uni Emirat Arab, Kepala Negara mengundang sejumlah pihak seperti mitra bilateral, investasi swasta, filantropi, dan negara sahabat untuk berkolaborasi dalam mendukung target tersebut.

Kami juga telah memiliki platform pembiayaan inovatif yang kredibel, seperti bursa karbon, mekanisme transisi energi sukuk, dan obligasi hijau, pengelolaan dana lingkungan hidup dari Result-Based Payment, serta bank-bank pembangunan dunia dan Multilateral Development Banks (MDBs) yang harus meningkatkan kapasitas pendanaan transisi energi dengan bunga rendah. Target kesepakatan Paris dan NZE hanya dapat dicapai jika kita berhasil menyelesaikan masalah pendanaan transisi energi ini.

Baca Juga  Diskusi Ekonomi, Presiden Jokowi dan PM Singapura Bahas Investasi dan Pembangunan

Posisi Indonesia dalam mengurangi perubahan iklim sudah jelas, yaitu membangun Indonesia yang tangguh, makmur, berkelanjutan, dan ekonomi inklusif.

Jokowi percaya bahwa banyak negara berkembang yang memiliki posisi serupa dengan Indonesia. Oleh karena itu, kerjasama kolaboratif dan inklusif melalui tindakan nyata diperlukan untuk mencapai hasil yang nyata.

Dia juga menguraikan sejumlah upaya yang telah dilakukan Indonesia untuk mengurangi emisi karbon. Kepala Negara menyatakan komitmen Indonesia dalam memperbaiki pengelolaan hutan dan pemanfaatan lahan (FOLU), serta mempercepat transisi energi menuju sumber energi terbarukan.

Selain itu, Indonesia juga berhasil menurunkan tingkat deforestasi ke titik terendah dalam 20 tahun terakhir. Ini juga diikuti dengan pembangunan persemaian yang dilakukan dalam skala besar dan sudah mulai efektif dalam produksi.

Sementara dalam transisi energi, Jokowi menyatakan upaya Indonesia untuk mempercepat pengembangan sumber energi terbarukan. “Pengembangan energi terbarukan, terutama energi surya, air, angin, panas bumi, dan arus laut, serta pengembangan biodiesel, bioetanol, dan bioavtur juga semakin luas,” tuturnya.

Baca Juga  Presiden Jokowi Diharapkan Tidak Menggunakan Istilah "Cawe-cawe" dalam Politik

Semua upaya tersebut, kata Jokowi, memerlukan pendanaan yang besar, dan negara-negara sedang berkembang tidak mungkin melakukannya sendiri. Indonesia membutuhkan investasi lebih dari USD1 triliun untuk mencapai NZE pada tahun 2060.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *