Erick Thohir Dorong Pengembangan Industri Gim Lokal: Akses Pendanaan Jadi Fokus Utama

Erick Thohir bertemu Bos OJK.
Erick Thohir bertemu Bos OJK

Jakarta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengungkapkan bahwa produk gim lokal mengalami ketertinggalan dibandingkan produk gim asing karena kurangnya akses pendanaan dari pemerintah.

Meskipun permainan gim semakin populer di masyarakat, sektor ini, menurut Erick, belum sepenuhnya berkembang sebagai industri konten potensial yang dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

Erick menekankan bahwa banyak pelaku dalam industri gim di Indonesia masih mengandalkan biaya pribadi untuk pengembangan produk mereka, tanpa mendapatkan dukungan keuangan dari pemerintah. Situasi ini membuat produksi gim lokal masih jauh tertinggal dibandingkan dengan gim asing.

Meskipun demikian, Erick menegaskan bahwa pemerintah sedang memperhatikan permasalahan ini dan berkomitmen untuk mencari solusi. Baru-baru ini, Erick bertemu dengan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, untuk membahas skema pendanaan yang dapat mendukung perkembangan industri gim di Indonesia.

Baca Juga  KCIC Umumkan Revisi Harga Tiket Kereta Cepat Whoosh menjadi Rp150 Ribu

Pada periode 23-27 Agustus 2023, produk gim Indonesia mencatatkan potensi transaksi sebesar USD115,72 juta atau setara Rp1,76 triliun pada pameran Gamescom di Cologne, Jerman. Hal ini menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai USD 75,2 juta atau lebih dari Rp1,1 triliun.

Didi Sumedi, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, menyatakan bahwa peningkatan potensi transaksi ini mencerminkan minat yang semakin tinggi dari pasar Eropa terhadap produk gim asal Indonesia.

Partisipasi Indonesia dalam Gamescom 2023 merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg sebagai perwakilan Kementerian Perdagangan Indonesia di Jerman, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Kedutaan Besar Republik Indonesia Berlin, Konsulat Jenderal Republik Indonesia Frankfurt, Asosiasi Game Developer Indonesia (AGI), serta Asosiasi Cipta Kreasi Indonesia (CAKRA).(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *