Kemnaker Dorong Partisipasi Pekerja Migran di Program Jaminan Sosial: Tantangan dan Peluang

Pekerja Migran Indonesia Minim Dapat Jaminan Sosial.
Pekerja Migran Indonesia Minim Dapat Jaminan Sosial.

Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengungkapkan bahwa jumlah pekerja migran di Indonesia yang mendapatkan jaminan sosial dari Pemerintah masih tergolong rendah.

Saat ini, Kemnaker terus melakukan sosialisasi terkait Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 4 Tahun 2023 tentang Jaminan Sosial bagi Pekerja Migran Indonesia.

Anwar Sanusi, Sekretaris Jenderal Kemnaker, menyatakan bahwa masih banyak pekerja migran di berbagai negara, termasuk di Persatuan Emirat Arab, yang belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga  BPS: Jumlah Pengangguran di Indonesia Menurun Namun Masih di Atas Angka Sebelum Pandemi

Menurut data BPJS Ketenagakerjaan, hingga Februari 2023, hanya 354.995 pekerja migran yang terdaftar sebagai peserta, sedangkan jumlah pekerja migran secara global jauh lebih besar. Di Persatuan Emirat Arab, contohnya, diperkirakan terdapat sekitar 87 ribu pekerja migran, tetapi hanya sekitar 1.368 orang yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan per September 2023.

Anwar Sanusi menekankan bahwa data ini menunjukkan perlunya upaya lebih intensif untuk meningkatkan jumlah peserta.

Baca Juga  Peta Harga Tanah Depok, Kisaran dan Variasi yang Perlu Diketahui

Permenaker 4/2023 merupakan penyempurnaan dari regulasi sebelumnya, yaitu Permenaker Nomor 18 Tahun 2018 tentang Jaminan Sosial bagi Pekerja Migran Indonesia, yang dianggap tidak sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan hukum saat ini.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *