IDSurvey, Holding BUMN Jasa Survei, Perkuat Dukungan untuk Pertumbuhan Industri Migas Indonesia

Holding BUMN Jasa Survei Tingkatkan Kapasitas Industri Migas.
Holding BUMN Jasa Survei Tingkatkan Kapasitas Industri Migas.

Jakarta – IDSurvey, perusahaan holding BUMN dalam bidang jasa survei, dengan tegas menyatakan kesiapannya untuk mendukung perkembangan industri minyak dan gas bumi (Migas) di Indonesia.

IDSurvey menegaskan komitmennya dalam berkolaborasi dengan pemangku kepentingan di sektor hulu migas, dengan tujuan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Perusahaan ini akan memperluas kapasitasnya di sektor bisnis migas melalui penyediaan layanan Testing, Inspection, Certification (TIC).

“Dengan fokus pada sektor TIC, kami berkomitmen mendukung kemajuan sektor migas,” ungkap Andry Tanudjaja, Direktur Hubungan Kelembagaan IDSurvey, pada Minggu (26/11/2023).

IDSurvey juga telah menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan migas dalam berbagai proyek.

Baca Juga  Sumatera Selatan Berjaya: 4 Daerah Penghasil Kencur Terbanyak di Indonesia

Selain itu, perusahaan ini aktif berpartisipasi dalam Forum Kapasitas Nasional III 2023 yang diselenggarakan oleh SKK Migas dengan tema ‘Pengembangan Integrasi Kapabilitas dalam Negeri untuk Peningkatan Kapasitas Nasional’.

Kapasitas Nasional III 2023 untuk membahas perkembangan terkini dalam industri migas serta mempromosikan inovasi di sektor tersebut.

Forum Kapasitas Nasional III 2023 dihadiri langsung oleh Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirhoatmodjo. Dalam sambutannya, beliau menyatakan bahwa Kementerian BUMN mendukung pengembangan kapasitas nasional untuk meningkatkan kualitas dan daya saing nasional. Dukungan ini diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diwajibkan bagi semua BUMN.

Baca Juga  PT Chery Sales Indonesia Recall 420 Unit Omoda 5 Akibat Masalah Pengelasan

Penguatan kapasitas dianggap krusial dalam mencapai target produksi minyak sebanyak 1 juta barel serta gas bumi sebanyak 12 miliar standar kaki kubik per hari pada tahun 2030.

“Forum ini membuka ruang diskusi untuk mencari solusi terhadap isu-isu krusial seperti lingkungan, teknologi baru, dan kebijakan perundang-undangan yang berpengaruh pada industri hulu migas,” ungkap Wakil Kepala SKK Migas, Nanang Abdul Manaf.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *