Pembayaran Upah Pekerja yang Tidak Masuk Kerja karena Sakit:

Upah Pekerja yang Sakit.
Upah Pekerja yang Sakit

Jakarta Sebagai upaya untuk melindungi hak pekerja, Kementerian Ketenagakerjaan RI memberikan penjelasan terkait aturan pembayaran upah saat seorang pekerja tidak dapat masuk bekerja karena sakit. Melalui unggahan di akun Instagram resmi @kemnaker, berikut adalah pembagian pembayaran upah yang dapat diterima oleh pekerja yang mengalami kondisi sakit:

  1. 4 Bulan Pertama: Pekerja berhak mendapatkan upah penuh sebesar 100%.
  2. 4 Bulan Kedua: Pembayaran upah sebesar 75% dari jumlah penuh.
  3. 4 Bulan Ketiga: Pekerja akan menerima upah setengah dari total upah penuh.
  4. 4 Bulan Selanjutnya sebelum PHK: Upah yang diterima menjadi 25% dari total upah penuh.
  5. Sakit karena Nyeri Haid (Maksimal 2 Hari): Pekerja tetap menerima upah seperti biasa.
Baca Juga  Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam Bertemu di Istana Presiden

Aturan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada pekerja yang mengalami sakit, memastikan bahwa mereka tetap mendapatkan sebagian dari upah mereka selama periode ketidakmampuan bekerja akibat kondisi kesehatan. Pemerintah berharap agar aturan ini diterapkan secara adil untuk semua pekerja, sehingga hak-hak mereka tetap terjaga dengan baik. Selain itu, pekerja juga diingatkan untuk memaksimalkan tanggung jawab dalam setiap pekerjaan yang mereka lakukan.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *