WIKA Percepat Proyek Tol IKN dengan Teknologi Terkini

Jalan Tol IKN Nusantara.
Jalan Tol IKN Nusantara

Jakarta – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengumumkan pencapaian signifikan dalam proyek pembangunan jalan tol di Ibukota Negara (IKN), dengan penyelesaian mencapai 42,06%. WIKA menekankan penggunaan teknologi dan terobosan terkini dalam menjalankan proyek ini.

Sekretaris Perusahaan WIKA, Mahendra Vijaya, merincikan beberapa proyek unggulan yang dikerjakan perusahaan tersebut, termasuk Jalan Tol Segmen 3B KKT Kariangau – Simpang Tempadung, yang merupakan bagian dari Jalan Tol Balikpapan – IKN.

“Proyek ini menggunakan teknologi BIM Level 5D, mencapai level perencanaan konstruksi dan manajemen proyek yang tinggi,” ungkap Mahendra seperti yang dilaporkan Antara pada Sabtu (25/11/2023).

BIM Level 5D memungkinkan para pemangku kepentingan, termasuk pemilik proyek dan konsultan, untuk bekerja secara terintegrasi dalam satu platform digital. Hal ini bertujuan untuk meminimalisasi kesalahan komunikasi, mengoptimalkan proses desain, dan memastikan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.

Baca Juga  Kementerian Perhubungan Belum Bahas Kelanjutan Proyek KRL ke Karawang

Penerapan BIM terbukti memberikan manfaat signifikan dalam pelaksanaan proyek di IKN. Visualisasi yang lebih baik, analisis mendalam termasuk clash detection untuk menghindari pekerjaan ulang, manajemen proyek yang efisien, serta dokumentasi yang lebih baik menjadi dampak positif dari implementasi teknologi ini.

Selain proyek jalan tol, WIKA juga membangun Jalan Sumbu Kebangsaan Timur di Kalimantan Timur. Proyek ini tidak hanya melibatkan infrastruktur jalan, tetapi juga mencakup Multi Utility Tunnel (MUT), sebuah fitur khas kota masa depan di dunia.

Baca Juga  Pemerintah Luncurkan Bantuan Langsung Tunai dan Bansos Beras untuk Hadapi Dampak El Nino

WIKA juga turut serta dalam proyek joint operation pembangunan Istana Presiden IKN. Saat ini, progres pembangunan untuk wilayah yang dikerjakan oleh WIKA mencapai 36,5%, sedangkan pembangunan kantor presiden dan lapangan upacara telah mencapai 45,51%.

Mahendra menjelaskan bahwa proyek-proyek ini memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan perusahaan, karena bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan skema pembayaran berdasarkan progres bulanan.

“Hingga saat ini, proyek-proyek tersebut telah mencapai nilai sekitar Rp4,8 triliun sejak awal tender,” tambahnya.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *