Dampak Perubahan Iklim Menuntut Aksi Global yang Cepat

WRI Indonesia bahas soal dampak perubahan iklim.
WRI Indonesia bahas soal dampak perubahan iklim.

Jakarta – Perubahan iklim semakin menjadi isu global yang mendesak untuk ditanggapi, dengan dampaknya yang meluas dari banjir, kekeringan, hingga topan dan gelombang panas. Menyikapi tantangan ini, negara-negara di seluruh dunia, terutama negara-negara berkembang, dihadapkan pada tugas melindungi kehidupan manusia dan perekonomian mereka.

Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) baru-baru ini merilis laporan yang menyoroti urgensi tindakan dalam dekade ini. Laporan ini mencatat bahwa langkah-langkah yang diambil saat ini akan memiliki dampak jangka panjang, bahkan mencapai ribuan tahun ke depan.

Moazzam Malik, Managing Director for Global Delivery World Resources Institute (WRI), menyatakan bahwa tahun 2023 akan menjadi momentum krusial dalam upaya mengatasi perubahan iklim. Global stocktake yang dijadwalkan pada tahun ini menjadi kesempatan penting untuk memperbaiki arah dan mempercepat aksi iklim global.

Baca Juga  PT Pegadaian Sabet Predikat Perusahaan Terpercaya di Indonesia

“Global stocktake pertama ini menandai evaluasi paling mendalam atas tindakan global dalam menjawab masalah perubahan iklim hingga saat ini,” ungkap Malik dalam paparannya di Jakarta pada Jumat (24/11/2023).

WRI, dengan keterlibatan lebih dari 1600 dokumen dari berbagai sumber dan masukan dari berbagai pihak seperti ilmuwan, pemerintah, kota-kota, bisnis, petani, masyarakat adat, dan masyarakat sipil, secara cermat memantau proses global stocktake menjelang Konferensi Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) COP28 yang dijadwalkan pada bulan Desember.

“Dalam catatan ahli ini, kami merinci area kunci yang perlu diperhatikan dalam menanggapi temuan stocktake pada COP28 untuk mendorong perubahan transformatif yang diperlukan oleh dunia,” tambahnya.

Laporan tersebut juga menyoroti langkah-langkah konkret yang dapat diambil oleh pemerintah dunia untuk melawan krisis iklim. “Laporan ini menunjukkan area kunci yang memerlukan tindakan segera serta memberikan peta jalan untuk transformasi sistem yang diperlukan untuk secara dramatis mengurangi emisi, membangun ketahanan, dan melindungi masa depan kita,” lanjut Malik.

Baca Juga  Menteri BUMN Tunjuk Yudo Margono Sebagai Komisaris Utama Hutama Karya

Diharapkan bahwa pada akhir COP28, negara-negara akan mencapai kesepakatan tentang bagaimana mereka akan mengimplementasikan temuan stocktake, guna mencapai tujuan global untuk membatasi kenaikan suhu di tingkat 1,5 derajat Celsius dan secara efektif mengatasi dampak perubahan iklim yang semakin nyata.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *