Pemerintah Fokus Bangun Hunian ASN/Hankam di IKN, Investasi Swasta Tertunda Hingga Setelah 2024

Hunian PNS di IKN.
Hunian PNS di IKN.

Jakarta – Pemerintah Pusat telah mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membangun Hunian Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Hankam (Hankam = Pertahanan dan Keamanan) di kawasan Indonesia Maju (IKN). Meskipun beberapa perusahaan swasta menunjukkan minat untuk terlibat dalam proyek ini, namun target Pemerintah Pusat untuk menyelesaikan proyek pada tahun 2024 tidak dapat dipenuhi oleh sebagian besar pihak swasta.

Sekretaris Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Jaka Santos, menyatakan bahwa meskipun ada minat dari perusahaan swasta baik dari dalam maupun luar negeri untuk menjalin kerjasama dengan Pemerintah dalam skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) dalam pembangunan hunian ASN di IKN, namun beberapa proyek memerlukan waktu lebih lama dan tidak dapat selesai pada tahun 2024.

“Swasta belum ada yang sanggup, makanya itu dikerjakan semua oleh Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat),” ungkap Jaka saat diwawancarai di Jakarta pada Rabu (15/11/2023).

Baca Juga  Transformasi Sukses, Erick Thohir Menaikkan Target Pendapatan Dividen BUMN

Jaka mencontohkan bahwa beberapa investor, seperti Korean Landed Housing, menunjukkan minat tetapi meminta negosiasi dengan Pemerintah terkait tenggat waktu penyelesaian. Mereka berharap proyek bisa diselesaikan melewati tahun 2024.

“Contohnya, KLH (Korean Landed Housing) mereka tertarik, tapi bukan pada tahun 2024, karena mereka baru melihat dan tertarik, tetapi jangan ditargetkan pada tahun 2024,” lanjutnya.

Pemerintah mengusulkan target penyelesaian pada tahun 2024 agar bangunan dapat segera digunakan untuk pemindahan tahap awal ASN yang akan bekerja di IKN. Namun, Pemerintah juga memberikan kelonggaran kepada calon investor yang memerlukan waktu lebih lama untuk menyelesaikan proyek mereka.

Jaka menjelaskan bahwa beberapa bagian proyek besar, seperti Pakuwon, yang memiliki beberapa bagian yang akan selesai pada tahun 2024, namun konsorsium seperti Agung Sedayu harus menyelesaikan beberapa bagian proyek tersebut.

Baca Juga  Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan IKN, PLN Berhasil Rampungkan Tugasnya

“KPBU tidak ada yang selesai pada tahun 2024. Kecuali beberapa bagian proyek besar yang mungkin dapat diselesaikan, seperti Pakuwon, yang mencakup 5 hektar, tetapi sebagian seperti mal mungkin sudah selesai, konsorsium Agung Sedayu harus menyelesaikan beberapa bagian,” tutup Jaka.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *