Ahok Diperiksa KPK sebagai Saksi dalam Kasus Korupsi Pengadaan LNG

Harta kekayaan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Harta kekayaan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Jakarta – Komisaris PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama, yang akrab disapa Ahok, menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam dugaan kasus korupsi pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair yang melibatkan tersangka Karen Agustiawan.

Pemeriksaan Ahok tersebut dilakukan di Gedung Merah Putih KPK pada Selasa (7/11/2023) dan berlangsung dengan relatif singkat. Ahok keluar dari Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 15.41 WIB. Saat ditanya tentang materi pemeriksaan, Ahok menyatakan bahwa tim penyidik lembaga antirasuah yang akan memberikan keterangan lebih lanjut.

“Pemeriksaan tanya ke penyidik, ini urusan jadi saksi buat masalah Ibu Karen (Karen Agustuna), itu aja sih,” kata Ahok di Kantor KPK.

Ahok enggan mengungkapkan berapa jumlah pertanyaan yang diajukan oleh penyidik terkait penyelidikan kasus LNG tersebut. “Aku lupa. Ya enggak bisa dibuka, nanti di pengadilan bisa kok (dibuka),” ungkap Ahok saat ditanya oleh awak media tentang garis besar materi pemeriksaan.

Baca Juga  Antisipasi Pasca-Pemilu 2024, Presiden Jokowi Dorong Arus Modal dan Investasi

Selain pemeriksaan, harta kekayaan Ahok juga menjadi sorotan dalam konteks ini. Berdasarkan laporan E-LHKPN KPK, harta kekayaan Ahok mencapai Rp53,6 miliar. Hartanya terdiri dari 23 bangunan dan tanah yang tersebar di berbagai wilayah senilai Rp43 miliar.

Selain itu, dia memiliki harta bergerak sebesar Rp1.066.519.059, surat berharga senilai Rp11.347.082.834, kas dan setara kas sebesar Rp680.701.331, serta harta lainnya senilai Rp2.319.862.806.

Total harta kekayaan Ahok mencapai Rp62,6 miliar. Namun, perlu diperhatikan bahwa Ahok juga memiliki utang sebesar Rp8,9 miliar, sehingga nilai bersih harta kekayaannya mencapai Rp53,6 miliar.

Baca Juga  Ketua KPK Firli Bahuri Tersangka Kasus Pemerasan Terhadap Mantan Menteri Pertanian

Kasus pengadaan LNG yang sedang dalam penyelidikan KPK menambah dimensi dari persoalan yang melibatkan nama-nama penting dalam dunia bisnis di Indonesia. Diharapkan pemeriksaan dan penyelidikan ini dapat membantu mengungkap fakta-fakta terkait dugaan korupsi tersebut demi terwujudnya tata kelola yang lebih bersih dan transparan.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *