Wakatobi Berpotensi Menjadi Penghasil Rumput Laut Nomor Satu Dunia

MenkopUKM Teten Masduki Sebut Rumput Laut RI Diekspor.
MenkopUKM Teten Masduki Sebut Rumput Laut RI Diekspor

Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengungkapkan bahwa sekitar 65% dari produk rumput laut yang diekspor masih berupa bahan mentah atau belum diolah. Hal ini menjadi potensi besar untuk mengembangkan industri di Indonesia.

Menurut Menteri Teten, rumput laut memiliki potensi besar untuk diolah menjadi bahan baku dalam industri farmasi, kecantikan, dan bidang lainnya. Dalam upayanya menggerakkan konsep industrialisasi, Presiden Joko Widodo berusaha melibatkan para pelaku koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar sektor ini dapat berkembang dengan baik.

“Sehingga yang mengolah nanti harus koperasi dan UMKM, jangan yang besar-besar supaya kue ekonomi bisa dinikmati oleh semuanya,” kata Menteri Teten dalam keterangan tertulis, Jumat (3/11/2023).

Baca Juga  Aneka Tumisan Praktis untuk Segala Waktu

Selain membahas potensi rumput laut, Menteri Teten juga mengungkapkan bahwa Indonesia masih mengimpor gandum dalam jumlah yang cukup besar, meskipun riset menunjukkan bahwa sekitar 30% dari gandum tersebut dapat digantikan dengan olahan rumput laut.

Teten berpendapat bahwa jika potensi tersebut dapat dimaksimalkan, wilayah Wakatobi di Sulawesi Tenggara (Sultra) memiliki potensi rumput laut terbesar di Indonesia, yang mampu bersaing di pasar global. “Jika potensi ini terus dimaksimalkan, Wakatobi bisa menjadi penghasil rumput laut nomor satu di dunia,” ujarnya.

Menteri Teten juga mengungkapkan data global yang menjanjikan, di mana industri rumput laut diperkirakan dapat mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 10,5%. Pendapatan dari industri ini diprediksi mencapai 48 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp734,4 triliun pada tahun 2030.

Baca Juga  Arifin Tasrif, Perbaikan Infrastruktur Listrik Jadi Prioritas Sebelum Pensiun PLTU

“Sedangkan Indonesia sendiri merupakan produsen rumput laut terbesar kedua di dunia, menyumbang sekitar 27,86% dari total produksi rumput laut dunia sebanyak 35,8 juta ton,” ungkap Menteri Teten.

Dengan potensi besar rumput laut dan komitmen untuk melibatkan koperasi dan UMKM dalam pengolahan, Indonesia dapat memimpin dalam industri ini dan membantu memajukan perekonomian negara serta memberikan manfaat bagi banyak pihak. Wakatobi berpeluang menjadi pusat produksi rumput laut terkemuka di seluruh dunia.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *