HGB Hotel Sultan Tidak Diperpanjang, Pengelola Hotel Harus Mengosongkan Lahan

Hak guna bangunan hotel sultan tidak diperpanjang.
Hak guna bangunan hotel sultan tidak diperpanjang

Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN), Hadi Tjahjanto, dengan tegas menyatakan bahwa Hak Guna Bangunan (HGB) Hotel Sultan di Jakarta tidak akan diperpanjang. Keputusan ini berdampak pada pengelola Hotel Sultan, PT Indobuildco, yang tidak dapat memanfaatkan kembali lahan di Kawasan Hotel Gelora Bung Karno (GBK).

Wakil Menteri ATR, Raja Juli Antoni, juga menambahkan bahwa status kepemilikan HGB Hotel Sultan telah dikuasai oleh pemerintah, khususnya Kemensetneg. Juli menjelaskan bahwa terkait penutupan Hotel Sultan, pihaknya akan berkoordinasi dengan penegak hukum dan Kemensetneg. Namun, ia belum memberikan rincian terkait tenggat waktu pengosongan lahan.

Sebagai informasi, Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) telah meminta kepada pihak Hotel Sultan untuk segera mengosongkan kawasan hotel tersebut. PPKGBK mengklaim bahwa Hotel Sultan yang berdiri di atas HGB 26/Gelora dan 27/Gelora merupakan aset negara.

Baca Juga  Inovasi Transportasi, ART Tanpa Rel Akan Diuji di IKN

HGB yang dimiliki oleh Indobuildco telah berakhir pada tanggal 3 Maret dan 3 April 2023. Oleh karena itu, pihak Indobuildco dianggap tidak lagi memiliki hak atas kawasan tersebut.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *