Pemanfaatan Biomassa untuk PLTU Dukung Sinergi Lokal

Biomassa untuk PLTU.
Biomassa untuk PLTU

Jakarta – Pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) semakin berkembang di berbagai daerah. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI), PT Palma Banna Mandiri, dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, yang bertujuan untuk memajukan pengembangan dan pengelolaan biomassa berbasis pemanfaatan sumber daya setempat.

Direktur Biomassa PLN EPI, Antonius Aris Sudjatmiko, menjelaskan bahwa kerja sama ini melibatkan mitra lokal dalam penyediaan biomassa untuk co-firing PLTU. Ia menekankan pentingnya peran masyarakat lokal dalam seluruh proses, mulai dari penanaman, perawatan, pemanenan, pengumpulan, hingga pengiriman biomassa ke PLTU.

Aris menjelaskan bahwa ada tiga unsur utama terkait dengan penggunaan biomassa, yaitu lahan, pupuk, dan tenaga kerja. Terkait lahan, ia menegaskan bahwa lahan yang ditanami tanaman multifungsi tidak akan bersaing dengan lahan produktif yang sudah ada. Penggunaan lahan bisa dilakukan dengan skema tumpang sari atau pemanfaatan lahan kritis.

Baca Juga  PLTU Sintang Uji Coba Firing Biomassa 100% selama 20 Hari

Ia juga menyebutkan bahwa hampir semua jenis limbah tanaman dapat dijadikan sumber biomassa, seperti sekam dan jerami padi, bagas tebu, ranting dan dahan kayu, bonggol jagung, dan lain sebagainya.

Terkait dengan pupuk, Aris menjelaskan bahwa pupuk organik dapat diproduksi melalui kerjasama dengan masyarakat dengan menggunakan bahan baku fly ash bottom ash (FABA) dari PLTU.

Direktur Palma Banna Mandiri, Nazaruddin Ibrahim, sebagai mitra pemasok biomassa, menyatakan bahwa pemanfaatan biomassa memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Nazar menekankan bahwa program biomassa ini tidak hanya berkontribusi pada Nett Zero Emission, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat. Dalam tahap awal, tiga koperasi di Desa Kaloy, Aceh Tamiang, sudah terlibat dalam pengumpulan bahan baku biomassa, dan ditargetkan akan ada penanaman tanaman biomassa di lahan seluas 3.500 hektar.

Nazar juga berencana untuk melibatkan lebih banyak wilayah, dengan total lahan yang akan ditanami mencapai sekitar 13.500 hektar, tersebar di beberapa daerah di Aceh.

Baca Juga  Pembangkit Listrik PLN Raih 7 Penghargaan Internasional dalam Bidang Tata Kelola dan Lingkungan

Ia optimistis bahwa manfaat program Co-Firing PLN akan semakin dikenal dan diterapkan di lebih banyak wilayah di masa depan. Selain penanaman, Nazar juga akan melakukan penyemaian benih di beberapa wilayah, mengambil inspirasi dari program serupa yang telah berhasil dijalankan oleh PLN EPI di wilayah Gunungkidul, DIY.

Program pemanfaatan biomassa ini menjadi langkah positif dalam mendukung energi terbarukan dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *