Pemerintah Tegaskan Hilirisasi Sumber Daya Alam Melibatkan Banyak Tenaga Kerja Indonesia

Jubir Menteri Investasi/Kepala BKPM, Tina Talisa bicara soal hilirisasi.
Jubir Menteri Investasi/Kepala BKPM, Tina Talisa bicara soal hilirisasi.

Jakarta – Pemerintah Indonesia dengan tegas membantah tudingan bahwa program hilirisasi sumber daya alam (SDA) banyak melibatkan tenaga kerja asing (TKA). Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Tina Talisa, yang menjelaskan bahwa kenyataannya, program hilirisasi secara signifikan menyerap tenaga kerja Indonesia, dengan hampir 90 persen lebih tenaga kerja lokal yang terlibat.

Tina Talisa mengungkapkan, “Seringkali kita meragukan apakah program hilirisasi benar-benar melibatkan tenaga kerja Indonesia, atau apakah terlalu banyak keterlibatan tenaga kerja asing. Namun, kenyataannya adalah sebaliknya. Dari segi hilirisasi, hampir 90% dari tenaga kerja yang terlibat adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI).”

Pernyataan ini diungkapkan Tina dalam acara HSBC Summit 2023 di Jakarta pada Rabu (11/10/2023). Ia menegaskan bahwa pemerintah selalu meyakini kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, namun perlu adanya waktu transisi untuk penyesuaian.

Baca Juga  Pendaftaran Seleksi CPNS dan PPPK 2023 Diperbarui: BKN Umumkan Jadwal Terbaru

Tina memberikan contoh dengan mengacu pada PT Freeport yang telah beroperasi selama lebih dari 50 tahun. Meskipun butuh waktu, kini dominasi tenaga kerja di PT Freeport adalah orang Indonesia dan tenaga kerja asli Papua. Ini merupakan hasil dari proses yang berlangsung selama puluhan tahun.

Baca Juga  Irto Ginting Pertamina, Penjelasan Tentang Kenaikan PBBKB 10% pada Harga BBM

Tina menyimpulkan, “Ini adalah prasyarat penting jika kita ingin memastikan kualitas dalam pelibatan tenaga kerja Indonesia. Kami selalu percaya pada kemampuan sumber daya manusia Indonesia, dan melalui proses yang tepat, kita dapat mencapai tujuan tersebut.”(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *