Miliarder Israel Arnon Milchan, Dari Agen Intelijen Hingga Sukses di Dunia Film

Arnon Milchan Ternyata Pernah Jadi Agen Rahasia.
Arnon Milchan Ternyata Pernah Jadi Agen Rahasia.

Jakarta – Miliarder Israel ternyata memiliki latar belakang yang tak terduga. Arnon Milchan, pemilik New Regency Films, pernah menjadi agen intelijen Israel pada pertengahan 1960-an hingga 1980-an. Kini, dia dikenal sebagai salah satu pebisnis sukses Israel yang telah memproduseri lebih dari 130 film.

Menurut informasi dari Forbes, pada Rabu (11/10/2023), kekayaan bersih Arnon Milchan mencapai USD 3,2 miliar atau setara dengan Rp50,231 triliun (kurs Rp15.697). Sumber kekayaannya yang melimpah berasal dari kepemilikan perusahaan produksi film dan TV New Regency Enterprises. New Regency telah menghasilkan film-film sukses seperti Pretty Woman, Mr. dan Mrs. Smith, The Revenant, Birdman, dan Bohemian Rhapsody.

Tak hanya itu, beberapa dari ratusan film yang diproduksi oleh Milchan berhasil masuk dalam nominasi Oscar, bahkan beberapa di antaranya berhasil memenangkan penghargaan bergengsi tersebut. Los Angeles Times pernah menyebutnya sebagai produser film paling berpengaruh yang sukses di Hollywood. Hal ini membuktikan keberhasilan Milchan sebagai pengusaha sukses Israel.

Baca Juga  KCIC Perluas Layanan: Kereta Cepat Whoosh Tambah Perjalanan Hingga 48 Kali Sehari untuk Nataru

Namun, prestasinya tak berhenti di dunia film. Milchan juga berhasil mengubah keluarga yang bangkrut saat dia mengambil alih perusahaan pupuk mereka pada usia 21 tahun pada tahun 1962. Dia berhasil mengubah bisnis tersebut menjadi usaha senilai USD 125 juta.

Pada masa mudanya, Milchan merupakan seorang mahasiswa bisnis, pemain sepak bola profesional, dan konsultan sistem persenjataan antara Pasukan Pertahanan Israel dan kontraktor pertahanan AS. Namun, perjalanan kariernya sebagai intel Israel tak dapat diabaikan.

Milchan pernah terjerat dalam penyelidikan agen Intel Israel yang berdagang senjata. Bahkan pada tahun 1980-an, dia hampir tertangkap karena mengirimkan alat pemicu nuklir dari perusahaan California ke Israel untuk kepentingan pembuatan rudal. Beruntungnya, melalui sejumlah lobi-lobi, dia berhasil lolos dari masalah tersebut, dan Presiden Ronald Reagan memberinya pengampunan.

Baca Juga  Prudential Indonesia Meluncurkan PRUWell Medical untuk Menyokong Kesehatan Masyarakat

Perjalanan sebagai intel berakhir pada tahun 1986 setelah 26 tahun berdinas. Pada saat itu, Arnon Milchan menjadi satu-satunya orang di dunia yang pernah mengaku bertugas sebagai intel. Selama 20 tahun berkiprah di dunia intelijen, Milchan ikut serta dalam pengembangan sistem pertahanan Israel di abad ke-20. Sistem ini dipersiapkan untuk menghalau serangan-serangan musuh dan sekaligus melindungi dari ancaman kubu Palestina.

Arnon Milchan adalah contoh nyata bagaimana seseorang dapat sukses dalam berbagai bidang, dari intelijen hingga perfilman, dan menjadi salah satu miliarder sukses dunia. Keberhasilannya yang luar biasa menunjukkan bahwa ketekunan dan keterampilan dapat membawa seseorang jauh, bahkan dari latar belakang yang tak terduga.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *