OJK Kecam Penagihan Tidak Beretika oleh Platform Pinjol AdaKami

OJK Berikan Sanksi pada AdaKami.
OJK Berikan Sanksi pada AdaKami.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap praktek penagihan yang tidak beretika yang dilakukan oleh platform pinjaman online (pinjol) AdaKami. Dalam pernyataannya, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan OJK, Agusman, menyatakan bahwa OJK telah mengambil tindakan tegas terhadap AdaKami sebagai respons terhadap pelanggaran yang terkait dengan penagihan pinjaman yang dilakukan oleh perusahaan pinjol ini.

“Atas pelanggaran berkenaan dengan penagihan yang tidak beretika,” ujar Agusman dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (9/10/2023).

Selain memberikan surat peringatan kepada AdaKami, OJK juga telah memerintahkan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) untuk mengevaluasi pengenaan bunga dan biaya administrasi yang dikenakan oleh AdaKami, dan memastikan bahwa praktik tersebut sesuai dengan kode etik yang ditetapkan oleh AFPI.

Baca Juga  Taspen Konfirmasi Kenaikan Gaji Pensiunan PNS 12%, Proses Perhitungan Pemerintah Tengah Berlangsung

“Kami juga telah meminta kepada AdaKami untuk melaporkan seluruh hasil investigasi dalam rangka penyelesaian kasus ini, serta akan bertindak tegas jika dari hasil pemeriksaan ditemukan pelanggaran yang dilakukan AdaKami,” tegas Agusman.

Sebelumnya, AdaKami telah dituduh terlibat dalam kasus bunuh diri yang melibatkan salah satu nasabahnya, meskipun identitas korban belum bisa dikonfirmasi. AdaKami telah menjalankan investigasi internal untuk menemukan kebenaran di balik kabar tersebut.

Selama proses investigasi, AdaKami menerima sebanyak 36 pengaduan dari nasabah terkait dengan proses penagihan yang terkait dengan pemesanan fiktif terhadap beberapa jasa layanan masyarakat, seperti ojek online, pemadam kebakaran, ambulan, dan jasa sedot WC. Pengaduan-pengaduan ini dikumpulkan melalui data layanan konsumen AdaKami.

Baca Juga  Menteri BUMN Menunggu Keputusan Harga Tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung

OJK berkomitmen untuk melindungi nasabah dan memastikan praktik-praktik yang tidak beretika dalam industri pinjaman online dapat diatasi dengan tegas. Mereka juga akan terus mengawasi perkembangan kasus ini untuk memastikan bahwa keadilan dan transparansi ditegakkan dalam semua aspek industri fintech di Indonesia. (BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *