Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di Medan, Stok Kembali Stabil

Fakta Gas Elpiji 3 Kg Langka.
Fakta Gas Elpiji 3 Kg Langka.

Jakarta – Kelangkaan gas elpiji 3 Kg di beberapa kecamatan di Kota Medan menjadi perhatian utama belakangan ini. Para pengusaha mengungkapkan pandangan mereka mengenai kelangkaan yang terjadi dan menyatakan beberapa fakta terkait situasi ini, pada Minggu (6/8/2023).

Awal Kelangkaan Gas Elpiji
Salah satu penyebab kelangkaan gas elpiji adalah pengiriman gas yang terhenti pada tanggal merah, khususnya saat Hari Raya Iduladha. Perwakilan Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas), Haris Razali, mengatakan bahwa tidak ada penyaluran gas dari Pertamina ke agen pada hari libur di wilayah Sumatera Utara. Hal ini menyebabkan stok gas elpiji bersubsidi di pangkalan berkurang, terutama ketika hari besar Idul Adha kemarin.

Daerah Langka Gas Elpiji
Isu kelangkaan gas elpiji 3 Kg terjadi di beberapa kecamatan di Kota Medan, terutama yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Deli Serdang. Pada saat isu pasokan gas elpiji kosong menyebar melalui media, masyarakat menjadi panik dan mulai menimbun cadangan gas di rumah masing-masing.

Haris menjelaskan bahwa di Kota Medan terdapat 1.300 pangkalan dan sekitar 40 persen pangkalan mengalami kelangkaan, namun hanya terjadi di beberapa kecamatan tertentu. Namun, isu tersebut menyebar cepat melalui media dan menyebabkan panic buying, di mana masyarakat yang biasanya memiliki tabung cadangan, mengisi penuh seluruh tabung miliknya.

Baca Juga  Minyak Mentah Naik karena Pelambatan Inflasi AS dan Harapan Terhadap Kebijakan Moneter yang Kurang Ketat

Stok Kembali Stabil
Pada tanggal 2 Agustus 2023, stok gas elpiji 3 Kg di pangkalan di daerah Medan sudah tersedia dengan jumlah melebihi batas standar distribusi normal, yakni mencapai 108%.

Subsidi Tak Tepat Sasaran
Subsidi gas elpiji dianggap masih banyak yang belum tepat sasaran. Meskipun aturan perundangan sudah jelas mengenai alokasi subsidi, namun implementasinya di lapangan seringkali berbeda.

Haris menyayangkan adanya celah untuk melakukan penyelewengan dari aturan yang ada, yang kemungkinan besar terjadi di agen atau pangkalan itu sendiri. Dia juga menambahkan bahwa dampak kelangkaan yang dirasakan saat ini salah satunya disebabkan belum diimplementasikannya subsidi tepat sasaran. Menurutnya, aturan yang membuka celah penyelewengan bisa menyebabkan agen atau pangkalan menjadi pihak yang harus menanggung sanksi.

Baca Juga  Realisasi Program AML, Baru 342 Ribu Unit Rice Cooker Gratis Tersebar, Belum Capai Target

Pemerintah telah menetapkan bahwa sekitar 60 juta dari total 88 juta rumah tangga berhak mendapatkan subsidi gas elpiji 3 Kg. Artinya, hanya 68% rumah tangga yang diperbolehkan membeli gas elpiji dengan harga subsidi.

Oknum Nakal
Selama periode kelangkaan gas elpiji di Medan, juga ditemukan adanya indikasi pengoplosan gas elpiji 3 Kg menjadi varian yang lebih besar seperti 5 Kg dan 12 Kg. Hal ini merupakan indikasi oknum yang tidak bertanggung jawab dalam memanfaatkan situasi kelangkaan gas.

Demikianlah lima fakta terkait kelangkaan gas elpiji 3 Kg menurut pengakuan pengusaha. Meskipun stok gas elpiji di Medan sudah kembali stabil, perlu ada upaya lebih lanjut untuk memastikan subsidi tepat sasaran dan mencegah praktik ilegal seperti pengoplosan gas. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan terus berkoordinasi untuk mengatasi masalah ini dan memastikan ketersediaan gas elpiji yang mencukupi bagi masyarakat.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *