Dentuman Menakutkan, Gunung Marapi Erupsi 9 Kali

Gunung Marapi dengan kolom abu mencapai setinggi 3.000 meter.
Gunung Marapi dengan kolom abu mencapai setinggi 3.000 meter.

Bukittinggi – Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar) terus memuntahkan kekuatannya dengan mengalami sembilan kali erupsi, Minggu (3/12/2023), meningkatkan ketegangan di wilayah sekitarnya. Erupsi-erupsi ini disertai suara dentuman yang sangat keras, serta hujan abu dan material bebatuan, menciptakan kepanikan di kalangan warga.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat bahwa setiap erupsi disertai suara dentuman yang menggelegar, menambah tingkat ketegangan di wilayah sekitar Gunung Marapi. Hujan abu dan material bebatuan yang turun dari ketinggian juga meningkatkan kekhawatiran akan potensi bahaya.

Tim penanggulangan bencana dan relawan telah dikerahkan untuk memberikan bantuan dan melaksanakan evakuasi jika diperlukan. Masyarakat di sekitar Gunung Marapi diingatkan untuk tetap waspada, mengikuti arahan dari pihak berwenang, dan mematuhi protokol keamanan yang telah ditetapkan.

Baca Juga  Darurat Gunung Marapi: Pintu Masuk Ditutup, 70 Pendaki Dalam Pemantauan BKSDA Sumbar

Dengan meningkatnya status Gunung Marapi menjadi Level III atau Siaga, kewaspadaan ditingkatkan, dan penduduk di sekitar gunung diminta untuk selalu waspada terhadap perkembangan situasi.

Pihak berwenang terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas gunung guna memberikan informasi terkini dan langkah-langkah yang diperlukan untuk keselamatan masyarakat.

Baca Juga  Posko Tanggap Darurat Tetap Aktif: BPBD Agam Koordinasi Atasi Dampak Erupsi Gunung Marapi

Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya pemantauan dan kewaspadaan terhadap gunungapi yang aktif. Masyarakat di daerah sekitar gunung diimbau untuk selalu siap siaga dan menjaga kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bahaya yang dapat timbul akibat erupsi gunungapi.

Situasi masih terus berkembang, dan pemantauan serta koordinasi antarinstansi terus dilakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat.(ab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *