Wajib Gunakan Masker, Pemkot Bukittinggi Tanggapi Menurunnya Kualitas Udara

Masker
Seorang anak memakai masker karena kondisi berkabut asap di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat

Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, telah mengeluarkan edaran yang mewajibkan para pelajar untuk menggunakan masker. Langkah ini diambil karena dinilai bahwa kualitas udara di daerah tersebut mengalami penurunan.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menyampaikan, “Kami himbau kepada seluruh satuan pendidikan melaksanakan proses belajar mengajar dalam ruangan dengan mengurangi aktivitas di luar kelas. Setiap peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan diwajibkan menggunakan masker.”

Edaran ini didasarkan pada surat edaran Gubernur Sumbar nomor 3692/P2P/DINKES/X/2023 tentang Penanggulangan Dampak Polusi Udara bagi Kesehatan, yang ditujukan kepada semua daerah termasuk Kota Bukittinggi.

“Beberapa minggu terakhir, kualitas udara di Sumatera Barat cukup mengkhawatirkan, Pemkot Bukittinggi mengeluarkan surat edaran nomor 400.3.5/1398/Disdikbud/2023, secara garis besar diimbau pada seluruh satuan pendidikan untuk mengurangi aktivitas siswa di luar ruangan,” tambah Wali Kota.

Baca Juga  Pasca Erupsi Gunung Marapi di Sumbar, Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG Aman

Selain penggunaan masker, edaran ini juga mendorong seluruh satuan pendidikan di Kota Bukittinggi untuk menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menghindari sumber polusi dan asap rokok.

Dalam informasi yang dikeluarkan oleh Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terdapat beberapa titik api atau hotspot di berbagai daerah Sumatera Barat. Potensi kebakaran hutan dan penyebab kebakaran hutan di sebagian besar wilayah Sumatera Barat berada pada level rendah hingga sangat tinggi.

Level sangat tinggi terjadi di wilayah Mentawai. Prediksi parameter Particulate Matter (PM2.5) atau partikel udara berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2.5 mikrometer diperkirakan berada pada kategori sedang untuk sebagian besar wilayah Sumatera Barat.

Baca Juga  2 Orang yang Tewas Terlindas Mobil di Bukittinggi Ternyata Korban Tabrak Lari

Adanya kategori tidak sehat terjadi di sebagian wilayah Pesisir Selatan dan Dharmasraya. Sementara itu, prediksi parameter PM10 diperkirakan berada pada kategori sedang untuk sebagian wilayah Sumatera Barat.

BMKG menyimpulkan bahwa kualitas udara secara umum di wilayah Provinsi Sumatera Barat berada pada kategori baik-tidak sehat. Oleh karena itu, warga dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat menurunkan kualitas udara, seperti pembakaran jerami (sisa panen) dan pembebasan lahan dengan cara membakar.(des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *