310 Pekerja Beresiko Terima Bantuan Lebaran dari Baznas Pasaman

Suasana penyerahan bantuan Lebaran dari Baznas Pasaman untuk pekerja beresiko di Lubuk Sikaping, Kamis (13/4/2023) dihadiri Bupati Pasaman Benny Utama.

Pasaman, fajarharapan.id – Sebanyak 310 orang yang termasuk kelompok pekerja beresiko tinggi mendapat bantuan Lebaran dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pasaman.

Bantuan diserahkan dalam sebuah acara di Lubuk Sikaping, ibukota Kabupaten Pasaman, Kamis (14/3/2023), yang dihadiri langsung oleh Bupati Pasaman Benny Utama dan sejumlah pejabat Pemkab Pasaman lainnya.

Para pekerja beresiko yang mendapat bantuan Lebaran dari Baznas Pasaman itu adalah petugas kebersihan, aparat Satpol-PP, aparat Damkar, BPBD dan cleaning service rumah sakit, rumah dinas bupati dan wakil bupati, serta petugas penerangan jalan umum (PJU).

Baca Juga  Piala Dunia U-20 Terancam Batal, Gibran Pertanyakan Komitmen Kepala Daerah Jadi Penyelenggara

Menurut Ketua Baznas Pasaman H. Asnil M SE MM, masing-masing pekerja itu menerima bantuan dengan total nilai Rp400.000. ” Sebanyak Rp200.000 di antaranya berbentuk uang tunai,” kata Asnil kepada fajarharapan.id.

Sementara yang Rp200.000 lainnya berbentuk sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako). “Untuk pengadaannya kita bekerja sama dengan Disperindagkop UKM Pasaman,” kata Asnil.

Bupati Pasaman Benny Utama dalam sambutannya mengatakan, bantuan itu merupakan wujud perhatian pemerintah atau negara terhadap semua elemen masyarakat, termasuk kelompok masyarakat yang mesti tetap bekerja di Hari Raya.

Baca Juga  Sekdako Rida : Pastikan Proses Verval Calon Penerima Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Selesai

Bupati Benny mengharapkan bantuan itu bermanfaat bagi yang menerima, dan bisa mengurangi sedikit beban ekonomi dalam menghadapi dan menjalani Idul Fitri.

Sementara Ketua Baznas Pasaman Asnil menyebutkan bahwa Baznas Pasaman akan terus memainkan perannya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk di momen-momen tertentu.

Asnil juga mengimbau para muzaqi di daerah itu untuk menyalurkan zajatnya ke Baznas. 

“Karena satu-satunya lembaga pengumpul zakat yang diakui oleh undang-undang adalah Baznas,” sebutnya.

Dikatakan, semakin banyak muzaqi yang menyalurkan zakatnya ke Baznas maka semakin banyak pula anggota masyarakat yang kurang beruntung bisa ditolong. (spa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *