Program Saga Saja dan Profesional Skill Ditiru Daerah Lain ; Genius Umar Optimis Entaskan Warga Kurang Mampu

Walikota Genius Umar didampingi Plt Kadis Kominfo Ferialdi dan Kabid IKP Eri Efriadi ketika berikan keterangan kepada Wartawan di Balaikota, Senin 17 April 2023 (foto.co)

Kota Pariaman – Upaya pengentasan kemiskinan atau lebih populer disebut kurang mampu itu melalui pendidikan dan profesional skill. Yakni pendidikan gratis dan program Satu Keluarga Satu Sarjana (Saga Saja). Juga bidang keahlian pekerjaan yang profesional pada bidangnya.

Anak muda Kota Pariaman yang kurang mampu tetapi punya kemampuan belajar mengembangkan skill, telah terbuka ruang untuk bekerja di luar negeri. Kini, dibutuhkan tenaga kerja profesional skill, bukan tenaga kerja karbitan. Kita memperoleh kuota tenaga kerja ke Korea Selatan sebanyak 200 orang pada tahun 2023 ini.

Hal itu disampaikan Walikota Genius Umar ketika jumpa Wartawan di Balaikota Pariaman, Senin (17/04/23).

Kata Genius, kesempatan bekerja ke Korea Selatan sangat terbuka. Karena, hasil dari kunjungan ke Korea Selatan dengan menemui sejumlah Perusahaan Nasional Korea dan pemerintah setempat.

“Sehingga kita memperoleh 200 orang tenaga kerja dengan mengirim 50 orang tahap awal. Sebanyak 42 orang melalui Program Saga Saja Pemko bekerjasama dengan Baznas, dan 8 orang melalui mandiri yang biayanya dari pekerja itu sendiri” ungkap Genius. 

Kesemua mereka, sebut Wako didampingi Plt Kadis Kominfo Ferialdi dan Kabid IKP Eri Efriadi, dilatih dulu di Batam pada sebuah Perusahaan berlisensi Internasional. Usai di Batam, baru mengurus Visa Skill dan dokumen administrasi keimigrasian pada Mei mendatang.

“Kita realisasikan mengirim 150 anak muda lagi ke Korea Selatan ini. Rentang waktu beberapa bulan kedepan, kita tuntaskan mengirim tenaga kerja kesana, walaupun akhir masa tugas kami pada bulan Oktober tahun 2023 ini” ujarnya optimis akan dapat terpenuhi.

Baca Juga  Genius Umar Terima Penghargaan Ombudsman Sebagai Wujud Kualitas Pelayanan Publik Kota Pariaman Meningkat

Ia memprediksi, bila tenaga kerja disana menerima gaji 40 juta per-bulan umpamanya, maka dia bantu orangtuanya minimal 1 juta per-bulan. Tentu akan mengalir uang sebesar 50 juta setiap bulan ke Kota Pariaman. Ini baru tahap pertama yang ke Korea Selatan. Oleh sebab itu, mereka juga diberikan sentuhan agama.

“Imbasnya, kemiskinan pada keluarga kurang mampu bisa diatasi secara bertahap, maka hidup keluarganya sehat dan sejahtera nantinya. Mereka yang akan bekerja di Korea Selatan merupakan tenaga kerja profesional skill, bukan tenaga kerja karbitan. Disamping itu, kita juga mengirim anak muda Kota Pariaman kurang mampu dilatih dan didik dengan keterampilan Skill kepada sejumlah Balai Latihan Kerja (BLK) Kemsos yang ternama di Pulau Jawa” terangnya.

Kini, kata Genius, anak- anak Kota Pariaman, telah bisa masuk kuliah vokasi di UI, IPB, UGM, Telkom U, PNP, Politeknik PU, Politeknik PLN dan sejumlah Politeknik lainnya. Hal demikian, kita telah melakukan penandatanganan naskah MoU dengan pihak Perguruan Tinggi tersebut.

Menurut Genius, keuntungan dari MoU untuk kuliah di Vokasi itu, lokasi Tes masuk di Kota Pariaman. Tentu peluang cukup terbuka untuk lulus, karena yang bersaing sesama anak Kota Pariaman saja. Bisa jadi yang lulus dari sejumlah tamatan jurusan IPA SMAN yang ada di Kota Pariaman. Selama ini hanya SMAN 1 yang lulus. Itupun boleh dihitung dengan jari masuk UI atau IPB atau UGM.

“Artinya, beberapa tahun kedepan, lima tahun atau sepuluh tahun nanti, akan bertebaran bekerja di Nusantara ini dari anak Kota Pariaman tamatan Vokasi Skill Perguruan Tinggi ternama itu. Karena, rang Piaman itu juga suka merantau. Apalagi, kita tak mau generasi muda Kota Pariaman ini, banyak menganggur nantinya” tegas dia.

Baca Juga  Sumbar Dipastikan Tuan Rumah Porwanas 2024

Berkenaan pembiayaan selama kuliah, sebut Wako Genius, kepada anak kurang mampu selama tiga tahun pada Vokasi Skill Politeknik itu sedangkan ia berprestasi, maka akan ditanggung Baznas melalui Program Baznas Cerdas pada Semester I, II dan III. Pada Semester IV, V dan VI dari Pemko Pariaman melalui Program Saga Saja.

Ia menegaskan kembali, kami akan memaksimalkan bekerja untuk Kota Pariaman dengan waktu tersisa enam bulan kedepan, dengan dukungan dari semua Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Program Saga Saja, Kesehatan dan Stunting telah punya Bapak Asuh, infrastruktur yang dibangun dengan nol budgeter akan diaspal sesuai anggaran. Termasuk akan menyelesaikan Masjid Tarapuang, kini dalam tahapan proses administrasi yang harus dilalui” ujarnya.

Ia menambahkan akan menuntaskan beberapa program lainnya. Masalah Program Saga Saja dan Pendidikan Gratis di Kota Pariaman, telah ada sejumlah Daerah yang belajar mengikuti konsep kita ini. Alhamdulillah, kita konsep dan rancang serta diikuti Perwako untuk direalisasikan dengan aksi dilapangan.

“Berbagai program yang kita kembangkan ini, berkat bantuan dari rekan-rekan Wartawan yang ikut menyebarluaskan supaya warga masyarakat mengetahui tata kerja di Pemko Pariaman. Berbagai Prestasi dan Piagam Penghargaan Nasional dan Provinsi Sumbar telah diraih Kota Pariaman. Terimakasih atas kerjasama kita ini” kata Genius Umar mengakhiri.(co).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *