Program Kemitraan Da’i Kamtibmas Polres Solsel Sikapi Pilkada 2024

oplus_0

Solsel,fajarharapan.id — Kapolres Solok Selatan AKBP Arief Mukti Surya Adhi Sabhara launching program Da’i Kamtibmas dalam menciptakan situasi kondusif jelang Pilkada 2024, sekaligus meresmikan Gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Solsel.

Menurutnya kemitraan Polri dengan Da’i Kamtibmas seperti Ustad dan Tokoh Agama sangat penting dilakukan. Setidaknya dapat meminalisir kasus-kasus moralitas.

Khusus peresmian Gedung SPKT dalam meningkatkan kualitas kinerja bagi polres itu sendiri dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Penting program Da’i Kamtibmas ini dalam mendorong terbentuknya marolitas generasi dan berakhlak disamping dalam mewujudkan situasi kondusif jelang Pilkad. Jadi semua urusan pelayanan dilakukan pada satu pintu. Mulai dari penerimaan dan penanganan pertama laporan atau pengaduan, pelayanan bantuan atau pertolongan kepolisian, perkembangan hasil penyelidikan dan lainnya untuk kepentingan publik. Semua kita lakukan secara elektronik dan ini inovasi kita di tahun 2024,” ungkap Kapolres.

Dia menyebut kemitraan Da’i Kamtibmas ini melibatkan 37 orang Ustadz di 7 Kecamatan di Solok Selatan, masing-masing kecamatan rata-rata 5 orang dalam membantu tugas Polri di Polres Solsel. Juga melibatkan tugas Babin Kamtibmas Polres Solsel di masing-masing nagari.

Baca Juga  Bosan Juara Piala AFF, Thailand Tinggalkan Timnas Indonesia dan Hengkang ke Asia Barat?

Pentingnya Da’i ini menurut Arief Mukti, karena 99 persen penduduk Solsel adalah muslim, sehingga perlunya melibatkan tokoh agama dan Ustad untuk dapat bekerja secara masiv menangani disetiap isu yang tengah terjadi di masyarakat. Agar betul-betul terciptanya situasi dan kondisi yang kondusif.

“Seperti contoh kasus persetubuhan di bawah umur, kasus pencabulan yang hampir 3-4 kasus yang kami tangani hampir setiap bulannya di Polres Solsel. Ini modal dasarnya adalah agama. Jadi, perlu bimbingan keagamaan diberikan kepada masyarakat. Mulai dari generasi muda hingga ke orang tua. Termasuk pemahaman bagi generasi balap liar dan geng motor, mereka butuh bimbingan untuk menciptakan generasi bangsa dan akhlak yang lebih baik,” tuturnya.

Bupati Solok Selatan Khairunas mengatakan, pembangunan Solsel tidak cukup dari Bupati dan Wabup saja, tapi perlu ikut campur tangan Forkopimda seperti Kapolres, Kejari, Kemenag dan lainnya.

Baca Juga  Mulia! Jersey Cristiano Ronaldo Dilelang untuk Bantu Korban Gempa Turki

“Pemkab sering melaksanakan kegiatan keramaian di daerah ini, tanpa Back Up kerjasama Kapolres dalam membantu pelayanan ini. Maka tidak akan berjalan maksimal,” jelasnya.

Adanya program Da’i Kamtibmas diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi anak sekolah dan di jauhkan dari sifat buli membuli di sekolah. Termasuk membentengi persoalan penyakit masyarakat lainnya di daerah ini.

“Kita akan tetap berkolaborasi dengan program Kapolres ini, sebab sejalan dengan program kita satu jorong satu rumah Tahfidz. Jadi, sama-sama membangun dan memperbaiki moralitas masyarakat daerah,” paparnya.

Sementara, Ketua DPRD Solok Selatan Zigo Rolanda mendoakan jadi amal pahala dengan adanya program Da’i Kamtibmas, memberikan layanan kepada masyarakat terkait program keagamaan ini. Juga seiring dengan program Pemkab Solsel.

“Sekitar 2 bulan lagi masa tugas saya di DPRD Solsel akan berakhir, tentu saja jika ada salah dan khilaf dalam bertugas saya mohon maaf. Doakan saya dapat bekerja maksimal di DPR RI nanti di usia 33 tahun ini,” ujarnya. (man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *