Pohon di Area RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh, Timbulkan Sampah dan Resahkan Warga, Apakah Ini Salah Satu Penyebab tak Terima Adipura?

.

Payakumbuh, fajarharapan.id – Beberapa batang pohon pelindung di sekeliling Rumah Sakit Umum Dr. Adnaan WD Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar) meresahkan warga sekitar.

Selain umurnya yang sudah tua, pohon-pohon yang menjulang tinggi, terkesan tidak ditata dan dirawat oleh dinas terkait di jajaran Pemerintah Kota Payakumbuh dengan semestinya. 

Apabila dibiarkan berlarut larut, kemungkinan akan menelan korban jiwa, karena, dikhawatirkan pohon itu bakal tumbang atau roboh menimpa pengguna jalan, bila diterpa angin kencang.

“Benar-benar berbahaya,” kata salah seorang warga,  Medi Santoso yang tinggal di depan rumah sakit umum tersebut.

Pada fajarharapan.id Medi mengatakan, atas perihak itu ia telah melapor sesuai prosedur agar menata pohon tersebut. Terlebih dahulu melaporkan kepada Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat.  

Baca Juga  Tim Klewang Polresta Padang Amankan Pelaku Tawuran Gunakan Senjata Tajam

Apakah ketua RT lupa atas laporannya atau pihak kelurahan belum merespon pengaduan warga? Belum diketahui dimana nyangkutnya, sebab pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengaku belum menerima pengaduan warga tentang pohon yang membayakan itu.

“Selain mengancam jiwa manusia, dedaunan pohon sepanjang jalan lingkar mengelilingi rumah sakit itu menimbulkan sampah yang berserakan dan berterbangan saat ditiup angin.

“Mungkin dengan banyaknya sampah yang timbul akibat pohon yang tidak terawat di area rumah sakit itu, boleh saja orang berpendapat ini salah satu sebagai penyebab Piala Adipura terlepas disaat Kota Payakumbuh dipimpin oleh seorang Pelaksana Jabatan (Pj) Walikota, allahu alam,” kata Medi dengan menaik alis matanya.

Baca Juga  Meresahkan, Satpol PP dan Damkar Bengkulu Selatan Tertibkan Hewan Ternak Liar

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Payakumbuh Desmon Korina, S.IP MM, saat dihubungi wartawan fajarharapan.id mengatakan, kalau ada warga yang merasa terusik dari pohon pohon yang ditanam dan dilindungi itu silahkan saja melayangkan surat secara resmi secara berjenjang. Yakni melapor terlebih dahulu pada pihak kelurahan.

“Nanti, apabila laporannya telah sampai pada DLH, kita turunkan tim untuk mensurvey ke lapangan. Apakah hasil survey dari tim, menebang pohon itu atau hanya memangkasnya saja,” kata Desmon. (fh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *